Pengairan yang salah juga menjadi pemicu utama anggrek mogok berbunga. Di iklim tropis Indonesia, penyiraman idealnya dilakukan 1 kali sehari pada pagi hari saat musim kemarau, dan berkurang menjadi 2 sampai 3 hari sekali saat musim hujan tinggi. Media tanam seperti arang kayu, pakis, atau sabut kelapa yang terlalu basah dan membusuk akan merusak akar aktif, sehingga tanaman kehabisan energi untuk memunculkan knop bunga.
Pemupukan yang tidak seimbang sering kali melupakan kebutuhan fase generatif anggrek. Pemberian pupuk dengan kandungan unsur nitrogen tinggi secara terus-menerus hanya akan memicu pertumbuhan daun baru, bukan bunga. Untuk memicu pembungaan, berikan pupuk tinggi unsur fosfor dan kalium seminggu sekali dengan penyemprotan halus pada bagian bawah daun dan akar udara, terutama saat tanaman sudah memasuki usia dewasa atau setelah masa istirahat vegetatif.
Perbedaan suhu antara siang dan malam hari juga memegang peranan penting dalam memicu pembungaan anggrek Phalaenopsis dan Dendrobium. Selisih suhu sekitar 5 hingga 8 derajat Celsius antara siang hari yang hangat dan malam hari yang sejuk memberikan sinyal alami bagi anggrek untuk membentuk calon tangkai bunga. Memindahkan anggrek ke area dengan sirkulasi udara lancar di luar ruangan dapat membantu menciptakan stimulasi suhu alami ini.