Pembusukan akar pada tanaman anggrek umumnya ditandai dengan perubahan warna akar dari hijau segar atau putih keperakan menjadi cokelat kehitaman, terasa lembek saat ditekan, dan mengeluarkan bau tidak sedap. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut selama 1 hingga 2 minggu, pembusukan akan meluas hingga ke pangkal batang atau pseudobulb dan memicu kerontokan daun secara drastis.
Untuk menyelamatkan anggrek yang terindikasi mengalami busuk akar, tindakan repotting atau pembongkaran tanaman harus segera dilakukan. Potong seluruh bagian akar yang telah membusuk menggunakan gunting stek steril yang telah diusap alkohol 70 persen, lalu angin-anginkan tanaman selama 2 hingga 4 jam sebelum ditanam kembali ke dalam media tanam baru yang berporositas tinggi.
Setelah proses penanganan selesai, tempatkan tanaman anggrek di lokasi yang ternaungi dengan sirkulasi udara lancar serta menerima intensitas cahaya matahari 50 hingga 60 persen. Hentikan penyiraman total selama 3 sampai 5 hari pertama untuk memberi kesempatan pada luka pemotongan akar agar menutup rapat, kemudian lanjutkan penyiraman secara berkala pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.






