Pada fase vegetatif yang dialami bibit hingga anggrek remaja, tanaman membutuhkan asupan Nitrogen tinggi untuk membangun jaringan daun dan akar baru. Semprotkan larutan pupuk vegetatif ini pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB sebanyak 1 kali dalam seminggu. Memasuki musim hujan di Indonesia, pastikan penyemprotan dilakukan setelah embun pagi mengering agar larutan pupuk tidak larut terbawa air dan tidak memicu kelembapan berlebih yang mengundang jamur.
Saat tanaman memasuki fase generatif atau usia dewasa siap berbunga, alihkan jenis nutrisi ke pupuk bernutrisi Fosfor dan Kalium tinggi. Pemupukan fase ini berfungsi memicu pembentukan tangkai bunga serta memperkuat kuntum agar tidak mudah gugur. Aplikasikan pupuk cair generatif 1 hingga 2 kali seminggu selama 4 hingga 6 minggu sebelum masa pembungaan. Selalu basahi media tanam arang atau pakis dengan sedikit air bersih sebelum memupuk agar akar siap menyerap hara.
Setelah masa pembungaan selesai dan bunga gugur, anggrek memasuki fase istirahat atau pemulihan yang membutuhkan pupuk NPK seimbang. Berikan pupuk berimbang ini setiap 10 hingga 14 hari sekali selama 1 bulan untuk mengembalikan cadangan energi tanaman. Pada puncak musim kemarau, tingkatkan kelembapan lingkungan sekitar pot dengan pengembunan air biasa sebelum memupuk, sehingga stomata daun membuka sempurna untuk menyerap nutrisi.






