Memasuki fase generatif saat tanaman mulai menunjukkan bakal bunga atau spike, ubah formula nutrisi dengan rasio fosfor dan kalium yang lebih tinggi. Unsur fosfor berperan penting dalam pembentukan sel bunga yang kuat dan mencegah kerontokan, sementara kalium memperkuat tangkai bunga agar tidak mudah patah. Aplikasikan pupuk fase generatif ini setiap lima hari sekali pada pagi hari sebelum pukul sembilan saat stomata daun masih terbuka optimal untuk menyerap nutrisi.
Media tanam yang umum digunakan di Indonesia seperti serabut kelapa, arang kayu, atau pakis memiliki dayaikat yang berbeda terhadap unsur hara pupuk. Media arang kayu yang cepat kering memerlukan pembilasan dengan air bersih setiap sepuluh hari sekali guna melarutkan sisa residu pupuk yang dapat memicu kebusukan akar akibat keasaman media yang terlalu tinggi. Pastikan penyiraman air biasa dilakukan berselang dua hari dari jadwal pemupukan rutin agar proses penyerapan unsur hara berjalan seimbang.
Pemilihan jenis pupuk cair yang larut sempurna dalam air sangat dianjurkan untuk budidaya anggrek rumahan di berbagai wilayah Nusantara. Hindari penggunaan pupuk tabur lepas lambat yang berlebihan pada musim hujan karena kelembapan udara yang tinggi dan curah hujan ekstrem dapat melarutkan pupuk terlalu cepat dan memicu serangan jamur patogen. Selalu amati respons pertumbuhan daun dan akar secara berkala sebagai indikator kecukupan nutrisi tanaman anggrek Anda.