Langkah awal dimulai dengan penyiapan pot gerabah berlubang samping dengan diameter 12 sampai 15 cm. Sebelum ditanam, media arang kayu harus direndam dalam air bersih selama 24 jam untuk melarutkan sisa zat beracun dan meningkatkan kelembapan awal. Jika menggunakan bibit dari botol atau kompot, bersihkan sisa media agar-agar hingga benar-benar bersih menggunakan air mengalir agar tidak mengundang jamur parasit.
Prosedur penanaman dilakukan dengan meletakkan akar bibit anggrek di atas permukaan media tanam, lalu jepit perlahan menggunakan potongan arang tanpa menimbun batang utama terlalu dalam. Pasang tiang penyangga dari bambu kecil dan ikat batang anggrek secara longgar agar tanaman berdiri stabil. Letakkan pot di area yang terlindung dari sinar matahari langsung dengan peneduh paranet 50 hingga 60 persen.
Perawatan rutin mencakup penyiraman dan pemupukan berkala sesuai musim. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 1 kali sehari pada pagi hari antara pukul 07.00 sampai 09.00 WIB. Saat musim hujan, kurangi frekuensi menjadi 2 sampai 3 hari sekali atau saat media mulai mengering. Berikan pupuk cair nutrisi daun seminggu sekali dengan cara disemprotkan secara halus pada bagian bawah daun dan area perakaran.






