Kualitas air media tanam memegang peranan krusial karena tanaman hias ini sangat sensitif terhadap kandungan kaporit, klorin, dan fluorida. Penggunaan air keran langsung tanpa diendapkan terlebih dahulu selama 24 jam dapat menyebabkan penumpukan zat kimia pada jaringan daun, ditandai dengan perubahan warna menguning pada ujung daun yang berlanjut menjadi cokelat kering setelah 1 hingga 2 minggu.
Pemberian pupuk berlebihan juga menjadi pemicu utama kerusakan akar dan kuningnya daun. Bambu rejeki yang ditanam di dalam vas air hanya membutuhkan 1 hingga 2 tetes pupuk cair nutrisi tanaman hias setiap 30 hari sekali. Pemberian nutrisi berlebih akan meningkatkan kadar garam pada air vas dan memicu keracunan mineral pada sistem perakaran secara cepat.
Untuk menjaga kesegaran tanaman, penggantian air media tanam wajib dilakukan secara rutin setiap 7 hingga 10 hari sekali dengan ketinggian air sekitar 3 hingga 5 sentimeter terendam di atas akar. Pembersihan vas kaca serta pemangkasan akar yang mati setiap 14 hari sekali akan mencegah infeksi bakteri patogen yang berisiko membusukkan batang utama.