Penyiraman anggrek harus disesuaikan dengan kondisi musim dan jenis media tanam yang digunakan. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan 1 hingga 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 07.00 hingga 09.00 dan sore hari sebelum matahari terbenam. Sebaliknya, saat musim hujan tiba, frekuensi siraman dikurangi menjadi 2 hingga 3 hari sekali untuk mencegah genangan air yang memicu pembusukan.
Pemilihan media tanam sangat menentukan kesehatan akar anggrek. Kombinasi arang kayu dan potongan akar pakis atau kulit pinus merupakan pilihan terbaik karena memiliki aerasi yang tinggi dan tidak mudah menyimpan air berlebih. Berikan pupuk NPK seimbang seminggu sekali pada konsentrasi rendah di pagi hari setelah tanaman disiram air bersih agar penyerapan nutrisi berjalan optimal.
Sanitasi lingkungan kebun menjadi langkah pencegahan penyakit yang sangat penting. Lakukan pemangkasan pada akar yang mengering atau membusuk menggunakan gunting sterilisasi setiap kali melakukan penanaman ulang. Bersihkan pula daun-daun tua yang gugur di sekitar pot agar tidak menjadi sarang hama kutu gajah maupun siput telanjang.






