Anggrek, Daun Anggrek Keriting: Penyebab dan Solusi Praktis
Dalton Holland Baptista / BY-SA

Daun Anggrek Keriting: Penyebab dan Solusi Praktis

Daun anggrek yang keriting atau keriput umumnya disebabkan oleh kelembapan udara yang sangat rendah, serangan hama pengisap, atau kerusakan akar saat musim kemarau.

Jawaban singkat

Daun anggrek yang sehat memiliki tekstur tebal, kaku, dan permukaan yang mulus. Namun, ketika memasuki musim kemarau di Indonesia dengan kelembapan udara yang anjlok di bawah 50 persen, pekebun sering mendapati daun anggrek mendadak bergelombang, keriting, atau keriput seperti akordeon.

Ringkas: Anggrek

Cahaya
Sinar matahari pagi tersaring paranet 50-70% selama 4-6 jam sehari
Penyiraman
1 kali sehari saat kemarau, 2-3 hari sekali saat musim hujan
Musim
Sepanjang tahun (puncak pembungaan pada transisi musim)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Anggrek membutuhkan sirkulasi udara yang lancar dan media tanam yang porous agar akar tidak busuk.

Masalah daun keriting ini paling sering menimpa jenis anggrek populer seperti Dendrobium, Phalaenopsis, dan Cattleya. Penurunan frekuensi penyiraman menjadi kurang dari 2 kali seminggu saat cuaca terik dapat memicu stres dehidrasi berat, sehingga sel-sel daun kehilangan tekanan turgor dan menggulung ke dalam.

Selain faktor lingkungan, kendala ini juga dapat disebabkan oleh kerusakan sistem perakaran akibat media tanam cacah pakis atau arang yang terlalu asam dan lapuk, atau akibat serangan hama mikro seperti tungau merah dan trips yang menyedot cairan sel daun muda.

Untuk memulihkan kondisi anggrek, Anda perlu melakukan penyiraman rutin 1 sampai 2 kali sehari pada pagi dan sore hari selama puncak musim kemarau, meningkatkan kelembapan mikro sekitar tanaman, serta melakukan pemangkasan akar mati jika ditemukan pembusukan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Dehidrasi dan Kelembapan Udara Rendah

Ciri: Daun melipat atau keriput menyerupai akordeon, media tanam sangat kering, dan akar tampak berwarna abu-abu kusam.

Solusi: Tingkatkan frekuensi penyiraman menjadi 1 hingga 2 kali sehari di pagi dan sore hari, serta pasang baki berisi kerikil basah di bawah pot.

Serangan Hama Pengisap (Tungau atau Trips)

Ciri: Daun tumbuh keriting tak beraturan disertai bintik keputihan, warna keperakan, atau kecokelatan pada permukaan bawah daun.

Solusi: Isolasi tanaman, bersihkan permukaan daun dengan kain basah yang diberi sedikit sabun lembut, atau aplikasikan insektisida organik sesuai petunjuk label.

Busuk Akar akibat Media Rusak

Ciri: Daun keriput dan terkulai lembek meskipun media basah, serta akar berwarna hitam kecokelatan dan lembek saat dipencet.

Solusi: Bongkar tanaman, potong seluruh akar yang busuk dengan gunting steril, lalu tanam ulang menggunakan media tanam baru yang porous.

Langkah-langkah

  1. Bongkar tanaman anggrek dari pot secara perlahan dan bersihkan sisa media tanam lama yang menempel pada akar.
  2. Potong seluruh bagian akar yang kering, rapuh, atau membusuk menggunakan gunting stek yang telah disterilkan dengan alkohol 70 persen.
  3. Bilas akar yang tersisa dengan air bersih, lalu tanam kembali menggunakan media tanam baru seperti campuran arang kayu dan cacah pakis.
  4. Letakkan pot anggrek di tempat yang teduh dengan naungan paranet 60 hingga 70 persen, lalu lakukan penyiraman secara teratur pada pagi hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun anggrek yang sudah keriput parah bisa kembali mulus?

Daun tua yang sudah melipat keras biasanya tidak bisa kembali mulus sempurna, namun perawatan yang tepat akan membuat daun baru yang muncul tumbuh normal dan sehat.

Berapa kali idealnya menyiram anggrek saat musim kemarau di Indonesia?

Pada puncak musim kemarau, siram anggrek 1 sampai 2 kali sehari saat pagi dan sore hari, pastikan media tanam memiliki drainase yang baik.

Media tanam apa yang paling bagus untuk menjaga kelembapan anggrek?

Kombinasi arang kayu untuk drainase dan sabut kelapa (cocopeat) atau sphagnum moss sangat efektif menjaga kelembapan di sekitar akar.

Mengapa daun anggrek keriting padahal media tanam selalu basah?

Media yang terlalu basah menyebabkan akar membusuk sehingga tidak bisa menyerap air. Tanaman mengalami dehidrasi kronis dan daunnya menjadi keriput.

Bolehkah menyemprotkan air langsung ke daun anggrek pada siang hari?

Hindari menyemprot daun pada siang hari terik karena butiran air dapat memicu pembakaran daun akibat pembiasan cahaya matahari dan memicu pembusukan.

Lebih lanjut tentang Anggrek

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.