Penyebab pertama adalah overwatering (kelebihan air). Ciri: daun tua menguning, lemas, tanah basah terus. Solusinya kurangi frekuensi siram, pastikan pot punya drainase baik. Biarkan media tanam agak kering sebelum disiram lagi. Kedua, kekurangan nutrisi (terutama nitrogen). Ciri: daun muda pucat kuning merata, pertumbuhan lambat. Beri pupuk daun atau kotoran sapi yang sudah matang setiap 2 minggu sekali.
Penyebab ketiga adalah serangan jamur akar (misal Phytophthora). Ciri: kuning dimulai dari tepi daun, batang lembek, bau busuk. Solusi: potong akar busuk, ganti media tanam steril, kurangi kelembaban. Keempat, paparan sinar matahari langsung. Ciri: bercak kuning kering di permukaan daun. Pindahkan tanaman ke tempat teduh dengan cahaya terang tidak langsung.
Penyebab lain termasuk hama (kutu putih, tungau) yang menghisap cairan daun. Ciri: kuning berbintik, ada serangga kecil di balik daun. Semprot dengan air sabun atau minyak neem secara rutin. Jika semua sudah dicoba tapi tetap kuning, bisa jadi tanaman terkena virus. Saatnya konsultasi ke penyuluh setempat dengan membawa sampel daun.