Serangan hama seperti kutu gajah, tungau merah, dan kimpul sering kali menyebabkan bercak keperakan, daun menguning, atau pembusukan pada tunas muda. Jika dibiarkan selama lebih dari 7 sampai 14 hari tanpa penanganan, tanaman anggrek jenis Dendrobium maupun Phalaenopsis dapat mengalami defoliasi total dan terhenti pertumbuhannya.
Pengendalian hama tanaman anggrek dapat dimulai secara mekanis dengan menyeka bagian terdampak menggunakan kapas yang dibasahi air sabun lembut seminggu sekali atau menyemprotkan larutan minyak mimba secara berkala. Sanitasi lingkungan kebun dengan membersihkan daun-daun kering setiap 3 hari sekali juga menekan populasi serangga perusak secara signifikan.
Pada tingkat serangan yang parah, tindakan korektif dengan mengisolasi tanaman terinfeksi selama 2 sampai 3 minggu wajib dilakukan agar hama tidak menyebar ke koleksi anggrek lainnya. Penggunaan agen hayati atau produk perlindungan tanaman kimia harus disesuaikan dengan jenis hama pemakan dan selalu mengikuti panduan operasional pada kemasan.






