Memasuki fase generatif atau pembungaan, kebutuhan hara tanaman bergeser ke unsur fosfor dan kalium yang lebih tinggi untuk merangsang kuncup bunga. Pembentukan bunga maksimal biasanya terjadi saat memasuki musim kemarau di Indonesia, yaitu sekitar bulan April hingga Oktober, ketika pencahayaan matahari mencapai 6 hingga 8 jam per hari. Kurangi porsi nitrogen saat adenium siap berbunga agar energi tanaman fokus pada pembentukan pembungaan, bukan pertumbuhan daun baru.
Pemberian pupuk adenium berkonsep rilis lambat (slow-release) sangat disarankan untuk menjaga ketersediaan nutrisi makro dan mikro secara konstan selama 3 hingga 6 bulan. Pupuk cair organik atau pupuk kimia larut air dapat diberikan sebagai pelengkap secara berkala melalui penyiraman ke media tanam yang porous, bukan disemprotkan langsung ke area bonggol yang basah guna mencegah kelembapan berlebih.
Pada musim hujan, frekuensi pemupukan cair harus dikurangi menjadi 1 kali per bulan untuk mencegah penumpukan garam mineral dan risiko pembusukan akar. Pastikan pemupukan selalu didampingi dengan media tanam berporositas tinggi seperti campuran pasir malang, sekam bakar, dan kompos matang dengan rasio 2:2:1 agar nutrisi dari pupuk adenium dapat terserap secara optimal tanpa merusak sistem perakaran.