Memasuki fase remaja hingga dewasa (umur di atas 6 bulan), fokus pemupukan bergeser pada keseimbangan unsur nitrogen, fosfor, dan kalium untuk mempertegas corak warna daun. Pupuk lepas lambat (slow release) berupa butiran dapat ditaburkan sebanyak 5-10 gram per pot ukuran 15-20 cm setiap 3-6 bulan sekali. Kombinasikan pula dengan penyemprotan pupuk daun berkadar hara seimbang setiap 2 minggu sekali, baik pada musim hujan maupun kemarau.
Untuk tanaman indukan yang dipersiapkan untuk perbanyakan vegetatif seperti potong pucuk atau cangkok, perkuat aplikasi pupuk berkadar fosfor tinggi guna merangsang perakaran yang kokoh. Pengocoran larutan pupuk organik cair dosis rendah dapat dilakukan 1 minggu sekali selama masa persiapan indukan. Penggunaan kompos matang atau kasgot sebanyak 1-2 genggam sebagai penutup media tanam juga sangat direkomendasikan setiap 2 bulan sekali.
Kebutuhan pemupukan aglonema di iklim tropis Indonesia relatif konsisten sepanjang tahun, namun frekuensi siraman pupuk cair perlu disesuaikan saat puncak musim hujan. Saat kelembapan udara sangat tinggi, kurangi pengocoran ke media tanam dan alihkan ke penyemprotan tipis pada bagian bawah daun di pagi hari. Pengolesan vitamin B1 pada pangkal batang seminggu sekali juga membantu tanaman menyerap hara pupuk secara maksimal tanpa merusak perakaran.






