Panduan Pemupukan Aglonema yang Tepat per Fase Pertumbuhan

Pemupukan aglonema harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan agar tanaman tumbuh subur dan berdaun cerah.

Jawaban singkat

Pemupukan aglonema yang tepat sangat bergantung pada fase pertumbuhan tanaman. Pada fase vegetatif (pertumbuhan daun dan akar), aglonema membutuhkan nitrogen (N) lebih tinggi. Gunakan pupuk dengan rasio NPK seimbang seperti 20-20-20 atau 30-10-10, diberikan setiap 2 minggu sekali dengan dosis setengah dari rekomendasi pada kemasan. Pada musim hujan, kurangi frekuensi menjadi 3 minggu sekali karena tanah lebih lembap dan risiko busuk akar meningkat.

Ringkas: Aglonema

Cahaya
Cahaya terang tidak langsung (naungan 60-70%)
Penyiraman
Siram saat 2-3 cm media tanam atas kering
Musim
Sepanjang tahun (penyesuaian saat hujan/kemarau)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Sangat sensitif terhadap kelebihan air dan ketiadaan drainase yang baik.

Memasuki fase generatif (pembungaan), kurangi nitrogen dan tingkatkan fosfor (P) dan kalium (K). Gunakan pupuk NPK 10-30-20 atau 15-30-15 setiap 3 minggu sekali. Jika aglonema tidak berbunga, tidak masalah karena tanaman hias daun lebih diutamakan. Pada musim kemarau, pemupukan bisa dilanjutkan dengan dosis normal karena penyiraman tetap terjaga.

Untuk tanaman dewasa yang sudah rimbun, lakukan pemupukan setiap bulan dengan pupuk slow release (SRP) seperti Dekastar atau Osmocote. Taburkan 5-10 butir per pot berdiameter 20 cm. Alternatifnya, gunakan pupuk cair organik seperti ekstrak rumput laut atau kompos cair setiap 2 minggu sekali. Jangan memupuk saat tanaman stres akibat hama, penyakit, atau baru dipindahkan.

Hindari pemupukan berlebihan yang menyebabkan daun terbakar (ujung daun kering) dan akar rusak. Jika terjadi overdosis, siram media tanam dengan air bersih hingga air keluar dari lubang drainase. Ulangi beberapa kali. Selalu baca label pupuk dan konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis spesifik sesuai kondisi lokal.

Langkah-langkah

  1. Kenali fase pertumbuhan aglonema: fase vegetatif (daun muda aktif tumbuh) dan fase dewasa (tanaman sudah penuh).
  2. Pilih pupuk sesuai fase: gunakan NPK tinggi N (20-20-20) di fase vegetatif setiap 2 minggu, dan NPK tinggi P dan K (10-30-20) di fase dewasa setiap 3 minggu.
  3. Aplikasikan pupuk dengan dosis setengah dari rekomendasi kemasan untuk menghindari overdosis. Siram dengan air bersih setelah pemupukan.
  4. Sesuaikan frekuensi dengan musim: kurangi frekuensi di musim hujan (3 minggu sekali) dan lanjutkan normal di musim kemarau.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah aglonema perlu dipupuk setiap minggu?

Tidak. Pemupukan setiap minggu terlalu sering dan dapat menyebabkan overdosis. Cukup setiap 2-3 minggu sekali tergantung fase dan jenis pupuk.

Bolehkah menggunakan pupuk daun untuk aglonema?

Boleh, tetapi sebaiknya sebagai tambahan. Pupuk daun disemprotkan ke daun pada pagi atau sore hari, seminggu sekali dengan dosis rendah.

Apa tanda aglonema kekurangan pupuk?

Daun menguning, pertumbuhan lambat, daun kecil, dan warna daun pucat. Namun, gejala serupa juga bisa karena faktor lain seperti penyiraman berlebih.

Bagaimana cara memupuk aglonema yang ditanam di air (hidroponik)?

Gunakan pupuk khusus hidroponik yang sudah mengandung semua unsur hara. Ganti air setiap 2 minggu dan tambahkan pupuk sesuai dosis kemasan.

Apakah pupuk organik lebih baik dari pupuk kimia untuk aglonema?

Keduanya baik. Pupuk organik lebih lambat lepas dan memperbaiki struktur tanah, sedangkan pupuk kimia lebih cepat tersedia. Kombinasi keduanya seringkali optimal.

Kapan waktu terbaik memupuk aglonema?

Pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari setelah jam 4, saat suhu tidak terlalu panas. Hindari memupuk saat hujan atau tanah terlalu basah.

Lebih lanjut tentang Aglonema

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.