Pada fase pertumbuhan vegetatif, terutama saat pembentukan cabang baru pasca-pemangkasan berat di awal musim hujan, bonsai membutuhkan kecukupan unsur nitrogen. Pemberian pupuk organik cair atau pupuk lepas lambat sebanyak 5 hingga 10 gram per pot ukuran sedang setiap 1 bulan sekali sangat efektif merangsang pembentukan daun-daun baru yang segar dan sehat tanpa merusak perakaran.
Memasuki fase pemeliharaan atau pembentukan karakter batang di pertengahan musim kemarau, fokus pemupukan bergeser pada peningkatan unsur fosfor dan kalium. Aplikasi pupuk majemuk berimbang dapat diberikan dengan frekuensi 2 minggu sekali dalam konsentrasi encer. Langkah ini bertujuan agar ruas cabang tidak memanjang secara berlebihan dan ukuran daun tetap kerdil secara proporsional.
Saat kondisi bonsai berada pada fase pemulihan pasca-repotting atau pergantian media tanam, pemupukan kimia wajib dihentikan sementara selama 3 hingga 4 minggu. Sebagai gantinya, penambahan bahan organik seperti kompos halus matang sebanyak 1 sampai 2 sendok makan yang ditabur tipis di permukaan media dapat membantu menjaga mikroorganisme tanah dan merangsang pembentukan akar halus baru.






