Apabila Anda membudidayakan bambu rejeki pada media tanah humus di dalam pot berdiameter 15 cm, pemupukan ideal dilakukan setiap 4 minggu sekali pada musim kemarau dan dapat diperpanjang menjadi 6 minggu sekali saat musim hujan. Gunakan pupuk cair majemuk yang dilarutkan sangat encer, yaitu dengan konsentrasi sekitar seperempat dari dosis anjuran kemasan. Penyiraman air bersih tanpa kandungan klorin sebanyak 200 ml setelah pemupukan tanah wajib dilakukan untuk meratakan hara di area perakaran.
Nutrisi utama yang dibutuhkan bambu rejeki mencakup unsur nitrogen untuk pembentukan klorofil daun serta kalium untuk memperkuat jaringan batang. Jika tanaman kekurangan hara, daun muda akan tampak pucat dan batang melunak, sedangkan jika mengalami kelebihan pupuk, ujung daun akan memcokelat hangus disertai pembusukan akar. Di wilayah Indonesia yang lembap, pembersihan media air secara berkala tiap 7 hingga 10 hari harus dipadukan dengan jadwal pemupukan yang rutin agar tidak memicu pertumbuhan lumut berlebih.
Waktu terbaik untuk mengaplikasikan pupuk bambu rejeki adalah pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB saat proses transpirasi dan fotosintesis mulai aktif. Hindari memupuk tanaman yang sedang dalam kondisi stres, seperti baru dipindahkan media atau mengalami pembusukan akar akibat genangan. Dengan pola pemupukan yang disiplin dan serba encer sepanjang tahun, bambu rejeki Anda akan tampil memikat dengan warna hijau mengkilap yang tahan lama.