Pada musim kemarau dengan suhu udara mencapai 28 hingga 32 derajat Celsius, hama penghisap cairan seperti kutu putih dan thrips sering kali menyerang secara masif. Serangan ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, daun mengerut, dan timbul bercak keperakan. Jika dibiarkan selama 7 sampai 14 hari tanpa penanganan, tanaman begonia dapat mengalami kerontokan daun yang parah hingga kematian jaringan.
Memasuki musim hujan saat kelembapan udara melonjak di atas 80 persen, ancaman bergeser ke hama bernapas lembap seperti ulat daun dan bekicot kecil. Hama-hama ini mampu menggerogoti hingga 50 persen helai daun begonia hanya dalam waktu 24 hingga 48 jam di malam hari. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin bagian bawah daun dan pangkal batang wajib dilakukan setidaknya 2 kali seminggu.
Pengendalian hama begonia secara terpadu mengutamakan kebersihan lingkungan tumbuh dan sanitasi media tanam. Pembersihan daun menggunakan kain basah setiap 7 hari sekali serta pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dapat menekan populasi hama secara signifikan. Penggunaan bahan pengendali nabati atau kimia harus disesuaikan dengan tingkat keparahan serangan dan petunjuk teknis yang tepat.