Untuk menjaga kesehatan adenium, pemantauan fisik tanaman wajib dilakukan secara rutin sekurang-kurangnya 2 kali seminggu pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Periksa permukaan atas dan bawah daun, area ketiak daun, serta celah-celah bonggol. Kebersihan lingkungan sekitar pot berdiameter 30 hingga 50 cm juga harus dijaga dengan membuang daun yang gugur serta membasmi gulma di sekitar media tanam agar tidak menjadi inang perantara bagi hama.
Pengendalian awal dapat dilakukan secara mekanis dan hayati. Pemangkasan bagian daun atau ranting yang terinfeksi parah hingga 10-20% dari total tajuk efektif menurunkan populasi hama secara drastis. Penyemprotan aliran air bertekanan sedang ke balik daun dapat membilas tungau dan kutu, diikuti pengusapan larutan sabun pencuci piring tanpa pewangi dengan konsentrasi sangat encer (sekitar 1-2 ml per liter air) setiap 3 hari sekali hingga hama hilang.
Sanitasi media tanam juga memegang peranan kunci dalam pencegahan hama tanah seperti kutu akar. Gunakan media tanam porous berpori tinggi dengan campuran pasir malang, sekam bakar, dan pupuk kandang matang berasio 1:1:1. Pembongkaran dan penggantian media tanam secara berkala setiap 6 hingga 12 bulan sekali sangat dianjurkan untuk memutus siklus hidup larva hama yang bersembunyi di dalam tanah dan merusak perakaran.