Kutu daun biasanya muncul pada pucuk dan kuncup bunga, berukuran kecil (1-3 mm), berwarna hijau atau hitam, dan mengeluarkan embun madu yang memicu jamur jelaga. Tungau menyerang daun muda sehingga tampak bercak kuning keperakan dan daun menggulung. Trips menyebabkan bercak perak atau coklat pada daun dan bunga, serta kotoran hitam. Ulat daun meninggalkan lubang tidak beraturan pada daun dan sering ditemukan di balik daun.
Pengendalian dapat dimulai secara mekanis: semprot dengan air bertekanan untuk membuang kutu dan tungau, atau gunakan perangkap lengket kuning untuk trips (2-3 perangkap per 10 m²). Secara biologis, manfaatkan musuh alami seperti kumbang Coccinellidae (kutu daun) dan predator Amblyseius (tungau). Sebagai alternatif, buat pestisida nabati dari 10 siung bawang putih yang dihaluskan dan direndam dalam 1 liter air selama 24 jam, semprotkan setiap 3-5 hari selama 2 minggu.
Jika populasi hama tinggi dan tidak terkendali, dapat digunakan insektisida kimia selektif. Bacalah label produk dengan saksama dan ikuti dosis yang dianjurkan. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat atau BPP untuk rekomendasi spesifik. Hindari penggunaan pestisida saat tanaman berbunga untuk melindungi serangga penyerbuk. Rotasi jenis pestisida untuk mencegah resistensi. Selalu gunakan alat pelindung diri (sarung tangan, masker) saat aplikasi.