Pertama, periksa kelembapan tanah. Di musim kemarau, udara kering dan penyiraman yang kurang bisa membuat tanaman stres. Daun akan mulai menggulung untuk mengurangi penguapan. Ciri khasnya adalah daun terasa lemas, ujung daun kering, dan tanah terlihat kering pecah-pecah. Solusinya adalah menyiram secara teratur 2-3 kali seminggu atau saat lapisan atas tanah sudah kering, serta menambah kelembapan dengan menyemprot daun atau meletakkan wadah air di dekat tanaman.
Kedua, periksa keberadaan hama. Di musim kemarau, hama seperti tungau laba-laba (spider mites) dan kutu putih (mealybugs) sering menyerang. Daun yang keriting akibat hama biasanya disertai bintik-bintik kuning atau putih di permukaan daun, serta adanya sarang halus (untuk tungau) atau serbuk lilin putih (untuk kutu). Solusinya adalah membersihkan daun dengan air sabun lembut atau alkohol 70% menggunakan kapas, kemudian menjaga kebersihan lingkungan sekitar tanaman.
Ketiga, periksa paparan sinar matahari. Meski Janda Bolong suka cahaya terang tidak langsung, sinar matahari langsung di musim kemarau yang terik bisa membakar daun. Daun yang terbakar akan mengeriting, menguning, dan muncul bercak coklat kering. Solusinya adalah memindahkan tanaman ke tempat yang teduh, misalnya di bawah naungan atau di dalam ruangan dekat jendela yang tidak terkena sinar langsung. Jika sudah terlanjur terbakar, pangkas daun yang rusak parah.