Penyebab paling umum adalah kekurangan air (dehidrasi). Ciri khasnya: daun mengerut mulai dari pangkal, tekstur lembek, dan permukaan tampak cekung. Pada kaktus, 'daun' sebenarnya adalah batang yang termodifikasi. Jika tanah terlalu kering lebih dari 2 minggu, kaktus akan menggunakan cadangan airnya. Solusinya: siram secara bertahap dengan air bersih, biarkan air meresap hingga keluar lubang drainase, lalu jemur kembali.
Penyebab kedua adalah serangan kutu putih (mealybug) atau tungau. Ciri: ada lapisan lilin putih seperti kapas di sela-sela duri atau batang, daun keriting dengan bercak kuning, dan pertumbuhan terhambat. Kutu putih menghisap cairan tanaman. Solusi: semprot dengan alkohol 70% menggunakan kapas atau kuas, ulangi setiap 3 hari selama 2 minggu. Untuk tungau, semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) pada sore hari.
Penyebab ketiga adalah infeksi jamur akibat kelembaban tinggi, misalnya saat hujan tak terduga di musim kemarau. Ciri: ada bercak coklat hitam pada batang, tekstur lunak, dan bau busuk. Jamur menyerang jika drainase buruk atau terlalu sering disiram. Solusi: potong bagian yang terinfeksi dengan pisau steril, olesi bubuk kayu manis sebagai fungisida alami, dan kurangi penyiraman. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik.