Penyebab paling umum di musim kemarau adalah frekuensi penyiraman yang kurang tepat. Di daerah tropis saat musim kemarau, kaktus dalam pot berdiameter 10 sampai 15 sentimeter idealnya disiram secara menyeluruh setiap 7 hingga 10 hari sekali, atau ketika seluruh media tanam sudah kering total hingga ke dasar pot. Penyiraman yang terlalu sedikit atau hanya membasahi permukaan atas media tanam akan membuat akar bawah kekeringan sehingga daun atau batang kaktus mengerut.
Sebaliknya, penyiraman yang berlebihan sebelum media tanam kering juga dapat memicu pembusukan akar akibat infeksi jamur. Akar yang membusuk dan menghitam tidak lagi mampu menyerap air, sehingga kaktus menunjukkan gejala yang mirip dengan dehidrasi yaitu batang keriput dan keriting. Penggunaan media tanam dengan porositas tinggi, seperti campuran 50 persen pasir malang, 30 persen batu apung, dan 20 persen kompos halus, sangat wajib untuk mencegah genangan air.
Selain faktor air, paparan sinar matahari langsung di atas jam 11 siang tanpa adaptasi dapat membuat kaktus stres panas dan mengkerut. Serangan hama pengisap cairan seperti kutu putih yang tersembunyi di lipatan batang atau area akar juga dapat menyedot nutrisi kaktus hingga batangnya mengkerut secara abnormal. Pemantauan rutin seminggu sekali pada pangkal batang sangat dianjurkan untuk mendeteksi gangguan ini lebih awal.






