Penyebab biologis yang sangat sering dijumpai adalah serangan hama hisap mikroskopis seperti thrips, tungau merah, dan kutu kebul. Hama-hama ini bersembunyi di balik lipatan daun atau pucuk muda yang belum membuka, lalu mengisap cairan sel hingga jaringan daun tumbuh tidak seimbang dan memicu gejala keriting tak beraturan saat daun melebar.
Kerusakan pada sistem perakaran akibat media tanam yang terlalu padat atau penyiraman berlebihan juga memicu gejala serupa. Ketika akar membusuk, serapan air terhenti sehingga daun muda kekurangan tekanan turgor dan tumbuh mengkerut. Di musim kemarau, frekuensi penyiraman ideal adalah 2 hingga 3 hari sekali ketika lapisan atas media tanam setebal 2 sentimeter telah mengering.
Pemulihan daun aglonema memerlukan kombinasi sanitasi fisik, pengaturan pencahayaan dengan peneduh paranet 60 hingga 70 persen, serta pemberian nutrisi seimbang. Pemupukan daun dengan formula NPK dosis rendah yang diaplikasikan seminggu sekali pada pagi hari dapat membantu mempercepat pembentukan sel-sel daun baru yang mulus dan sehat.






