Penyebab utama dari gejala ini biasanya melibatkan organisme pengganggu tanaman berukuran kecil yang tidak selalu kasat mata pada pandangan pertama. Hama seperti kutu daun, tungau laba-laba, atau thrips gemar bersembunyi di balik lipatan daun muda untuk mengisap cairan sel tanaman secara masif. Akibatnya, sel-sel daun berkembang tidak normal dan menyebabkan helaian daun mengeriting serta menguning. Selain hama, faktor lingkungan seperti kekurangan unsur hara mikro tertentu atau penyiraman yang tidak konsisten juga memicu bentuk daun yang abnormal.
Untuk mengatasi masalah ini secara efektif tanpa merusak lingkungan, langkah pertama adalah melakukan pembersihan manual pada bagian tanaman yang terserang berat. Pangkas ranting atau daun yang keriting parah dan musnahkan dengan cara dibakar atau dikubur agar hama tidak menyebar ke tanaman hias lainnya di sekitar pekarangan. Tingkatkan kelembapan mikro di sekitar tanaman dengan melakukan penyiraman yang cukup pada pagi hari serta menyemprotkan air bertekanan sedang ke bagian bawah daun untuk merontokkan hama pengisap. Pastikan juga media tanam mendapatkan pemupukan berimbang secara berkala setiap bulan untuk memulihkan vigor tanaman.
Jika serangan hama masih berlanjut meskipun telah dilakukan tindakan pembersihan mekanis, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan pengendali hayati atau pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba dan bawang putih. Selalu baca petunjuk pada label kemasan dengan teliti sebelum mengaplikasikan bahan pengendali kimia apa pun, dan gunakan alat pelindung diri yang memadai saat penyemprotan. Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan petugas penyuluh pertanian atau petugas di Balai Penyuluhan Pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi penanganan yang paling aman dan sesuai dengan kondisi wilayah Anda.