Untuk mengidentifikasi penyebabnya secara akurat, pekebun perlu melakukan pemeriksaan rutin setidaknya dua kali seminggu pada bagian bawah daun muda dan pucuk tanaman. Selain faktor hama, frekuensi penyiraman yang tidak konsisten saat cuaca terik juga dapat memicu stres fisiologis. Bougenville yang kekurangan air secara mendadak akan menggulungkan daunnya sebagai mekanisme pertahanan diri untuk mengurangi penguapan. Pada pot ukuran sedang, tanaman membutuhkan sekitar 2 sampai 3 liter air per hari saat puncak musim kemarau.
Pemulihan tanaman bougenville yang daunnya sudah terlanjur keriting parah membutuhkan langkah pemangkasan sanitasi. Potong bagian pucuk atau ranting yang terinfeksi sepanjang 5 sampai 10 sentimeter menggunakan gunting stek yang steril. Pengurangan pucuk yang rusak ini akan merangsang munculnya tunas-tunas baru yang sehat sekaligus menghilangkan sebagian besar koloni hama yang bersembunyi di sela-sela daun rapat.
Setelah pemangkasan, lakukan perawatan lanjutan secara disiplin selama 3 hingga 4 minggu. Berikan pupuk racikan yang kaya unsur hara makro dan mikro setiap 2 minggu sekali untuk mempercepat pembentukan jaringan daun baru. Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari agar proses fotosintesis berjalan optimal dan dorongan pembungaan dapat kembali terjadi secara alami setelah fase vegetatif membaik.






