Penyebab utama kegagalan pembuahan adalah tajuk pohon naungan yang terlalu rimbun hingga intensitas sinar matahari kurang dari 60 persen, serta pembiaran cabang air atau wiwilan yang menyerap nutrisi tanaman secara sia-sia. Pemberian pupuk tinggi nitrogen saat mendekati musim kemarau juga mendorong pertumbuhan vegetatif daun baru secara berlebihan sehingga tanaman gagal membentuk calon bunga.
Untuk merangsang pembuahan yang serempak, lakukan pemangkasan pohon pelindung hingga pencahayaan masuk mencapai 70 persen pada awal musim kemarau. Lakukan pemangkasan cabang tua yang sudah pernah berbuah dan sisakan cabang produksi baru sebanyak 8 sampai 12 cabang per pohon, lalu biarkan tanah mengering secara alami tanpa irigasi berlebih selama 60 hari.
Begitu hujan pertama menyiram lahan setelah masa stres air berakhir, bakal bunga akan mekar secara serentak dalam waktu 7 hingga 14 hari. Jaga kelembapan tanah dengan mengaplikasikan mulsa organik setebal 5 hingga 10 cm di sekitar piringan pohon untuk menjaga calon buah muda tidak gugur akibat perubahan kelembapan tanah yang drastis.





