Penyebab paling umum adalah kekurangan unsur hara fosfor (P) dan kalium (K). Ciri-cirinya: daun tua menguning, tepi daun kering, dan bunga mudah gugur. Solusinya: berikan pupuk NPK dengan kandungan P dan K tinggi (misal NPK 15-15-15 atau 12-12-17) sebanyak 200-300 gram per pohon per tahun, dibagi 2 kali aplikasi (awal dan akhir musim hujan). Jangan lupa tambahkan pupuk organik 5-10 kg per pohon setahun sekali.
Pemangkasan yang salah juga sering menyebabkan kopi tidak berbuah. Pohon yang terlalu rimbun akan kekurangan cahaya, sehingga tunas produktif tidak terbentuk. Ciri: daun lebat, cabang air banyak, dan buah hanya di ujung ranting. Solusinya: lakukan pemangkasan bentuk (pangkas batang utama setinggi 1,5-2 meter) dan pangkas pemeliharaan setiap 6 bulan. Buang cabang air, cabang sakit, dan cabang yang tumbuh ke dalam.
Di musim kemarau, kekurangan air bisa memicu stres dan gagal buah. Ciri: daun layu siang hari, ujung daun kering, dan buah muda rontok. Solusinya: beri mulsa organik (jerami atau serasah) setebal 5-10 cm di sekitar pangkal pohon untuk menjaga kelembaban tanah. Lakukan penyiraman saat kemarau panjang, terutama saat pembungaan dan pembentukan buah. Hindari penyiraman berlebihan agar tidak memicu penyakit akar.