Penggerek Buah Kopi (PBK) menjadi ancaman utama yang menyerang buah hijau hingga buah masak, terutama pada periode pembentukan biji keras berkisar antara bulan Maret hingga Agustus. Sanitasi kebun secara disiplin dengan memetik habis buah sisa (pasan) dan mengumpulkan buah gugur (lelesan) setiap 14 hari sekali terbukti efektif menurunkan tingkat infestasi hama PBK hingga di bawah 5 persen secara alami.
Hama kutu hijau dan kutu putih sering muncul melimpah di musim kemarau saat periode kering berlanjut dari bulan Mei hingga September, merusak tunas muda dan daun segar dengan cara mengisap cairan sel serta memicu timbulnya lapisan embun jelut. Pengaturan naungan secara berkala untuk menjaga intensitas cahaya masuk sekitar 50-60 persen secara signifikan menekan perkembangan populasi kutu penghisap ini.
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) mengombinasikan pemangkasan bentuk tanaman tahunan pada bulan April, penggunaan perangkap senyawa penarik berbahan alkohol sebanyak 20-25 buah per hektar, serta pemanfaatan agen hayati jamur entomopatogen. Langkah kolektif dan konsisten ini mampu menjaga kualitas cita rasa biji kopi tetap optimal tanpa merusak keseimbangan ekosistem kebun.





