Faktor intensitas cahaya matahari dan jarak tanam juga memegang peranan vital pada pembentukan bunga kemiri. Pohon kemiri membutuhkan pencahayaan penuh minimal 8 jam sehari untuk memicu proses pembungaan. Jarak tanam yang terlalu rapat, kurang dari 8x8 meter atau idealnya 10x10 meter (populasi sekitar 100 pohon per hektar), menyebabkan tajuk antar pohon saling menutupi. Kondisi tajuk yang terlalu rimbun dan gelap akan menghambat pembentukan bakal bunga di ujung ranting.
Ketidakseimbangan hara dalam tanah sering menjadi penyebab utama berikutnya. Pemberian pupuk bersumber Nitrogen tinggi yang berlebihan akan memicu pertumbuhan vegetatif, sehingga daun tampak sangat lebat dan hijau pekat tetapi pohon enggan berbunga. Pohon kemiri membutuhkan unsur hara Fosfor dan Kalium yang cukup menjelang musim berbunga. Pengolahan piringan pohon dengan radius 1,5 hingga 2 meter dari pangkal batang harus bersih dari gulma agar penyerapan nutrisi berjalan maksimal.
Manajemen pemangkasan dan kelembapan saat memasuki musim kemarau turut menentukan keberhasilan pembentukan buah. Pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan perlu dilakukan dengan membuang 10 hingga 15 persen cabang air atau ranting yang tidak produktif agar sirkulasi udara lancar. Di samping itu, meskipun kemiri relatif tahan kekeringan, pasokan air sebanyak 20 hingga 30 liter per pohon muda pada fase awal pembungaan di musim kemarau sangat penting agar calon bunga tidak rontok.