Kakao, Penyebab Kakao Tidak Berbuah dan Cara Merangsang Pembuahannya
Valeria Drozdova / Pexels

Penyebab Kakao Tidak Berbuah dan Cara Merangsang Pembuahannya

Masalah kakao tidak berbuah umumnya disebabkan oleh kegagalan penyerbukan, kanopi terlalu rimbun, serangan hama pentil, dan tingkat kelembaban kebun yang kurang seimbang.

Jawaban singkat

Tanaman kakao (Theobroma cacao) yang telah memasuki usia produktif di atas 2 hingga 3 tahun seharusnya sudah mulai menghasilkan bunga dan calon buah secara berkelanjutan. Namun, pada musim kemarau di berbagai wilayah perkebunan Indonesia, banyak petani mengeluhkan pohon kakao yang tampak rimbun tetapi sama sekali tidak memunculkan bunga, atau bunganya selalu rontok sebelum terbentuk pentil buah.

Ringkas: Kakao

Cahaya
Sinar matahari penuh hingga naungan sedang
Penyiraman
Jaga kelembapan tanah, hindari genangan air
Musim
Sepanjang tahun dengan fokus di musim hujan
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kombinasikan pupuk kimia dan organik secara berimbang.

Penyebab utama kegagalan pembentukan buah pada kakao adalah terganggunya populasi serangga penyerbuk alami, yaitu lalat kecil dari genus Forcipomyia. Lalat ini membutuhkan habitat yang lembab dengan tumpukan serasah daun setebal 3 hingga 5 cm di sekitar piringan tanah. Kebun yang terlalu bersih dari bahan organik atau terlalu sering disemprot bahan kimia keras justru akan memusnahkan lalat penyerbuk ini sehingga bunga mekar tanpa pernah terbuahi.

Selain penyerbukan, pengelolaan kanopi dan pohon naungan yang kurang tepat menjadi faktor penghambat utama. Kakao memerlukan intensitas cahaya matahari langsung sekitar 50 hingga 60 persen. Jika tajuk terlalu rapat dan tidak dipangkas setiap 3 hingga 4 bulan sekali, sinar matahari gagal menembus batang utama tempat munculnya bunga (sifat kauliflori), sehingga hormon pembungaan tidak dapat bekerja secara maksimal.

Untuk merangsang pembuahan yang konstan di musim kemarau, kelembaban mikro di sekitar perakaran harus dijaga dengan pembuatan rorak dan pemberian mulsa organik. Penampungan air rorak sebanyak 20 liter per lubang serta sanitasi kebun dari sisa buah terserang hama sangat penting untuk memastikan pohon kakao tetap stres ringan yang memicu pembungaan tanpa mengorbankan kesehatan tanaman secara keseluruhan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kegagalan Penyerbukan Alami

Ciri: Bunga mekar melimpah pada batang utama tetapi mengering dan rontok dalam waktu 24 sampai 48 jam tanpa membentuk pentil.

Solusi: Tumpuk serasah daun kering setebal 3-5 cm di sekitar piringan atau buat rorak organik untuk memicu pembiakan lalat Forcipomyia.

Tajuk Terlalu Gelap dan Rimbun

Ciri: Pohon memiliki banyak daun hijau tua dan tunas air (wiwilan), namun tidak ada tunas bunga yang muncul di batang utama.

Solusi: Lakukan pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi untuk membuka akses cahaya matahari hingga 50-60 persen masuk ke batang.

Serangan Hama Pentil (Helopeltis dan PBK)

Ciri: Pentil buah yang baru terbentuk berukuran 1-3 cm tampak bercak hitam, keriput, lalu gugur sebelum membesar.

Solusi: Lakukan sanitasi kebun secara berkala dan selubungi pentil buah muda (pembrongsongan) ketika berukuran 8-10 cm.

Stres Air Berlebihan di Musim Kemarau

Ciri: Daun melengkung dan layu di siang hari, bakal bunga gugur massal saat masih berupa kuncup kecil.

Solusi: Berikan mulsa di sekitar piringan tanaman dan manfaatkan rorak sebagai penampung air siraman atau air hujan sisa.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemangkasan pemeliharaan dengan memotong semua tunas air (wiwilan) yang tumbuh tegak lurus pada cabang primer dan sekunder.
  2. Kurangi dahan pohon pelindung/naungan agar cahaya matahari dapat masuk menerpa batang utama kakao sebanyak 50-60 persen.
  3. Buat lubang rorak berukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm, dan dalam 40 cm di antara barisan tanaman, lalu isi dengan sisa pangkasan dan serasah daun.
  4. Pasang sarung plastik transparan berlubang di bagian bawah (pembrongsongan) pada pentil buah yang sudah berhasil tumbuh hingga panjang 8-10 cm.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa bunga kakao yang sudah mekar sangat mudah gugur saat musim kemarau?

Gugurnya bunga terjadi karena tingkat kelembaban udara yang terlalu rendah dan tiadanya serangga penyerbuk akibat tanah piringan yang terlalu kering dan bersih.

Apakah pohon kakao asal biji lebih lambat berbuah dibanding hasil sambung pucuk?

Benar, tanaman kakao dari biji biasanya baru belajar berbuah pada umur 3-4 tahun, sedangkan bibit hasil sambung pucuk atau okulasi dapat mulai berbuah pada umur 1,5 sampai 2 tahun.

Berapa intensitas pencahayaan matahari yang paling ideal untuk merangsang bunga kakao?

Kakao membutuhkan pencahayaan sekitar 50% hingga 60%, yang berarti naungan tajuk di atasnya perlu diatur agar tidak terlalu meredupkan bagian batang utama.

Kapan waktu paling tepat melakukan pemangkasan tajuk untuk memicu pembuahan?

Pemangkasan produksi sebaiknya dilakukan menjelang akhir musim hujan atau awal kemarau, sekitar 1 hingga 2 bulan sebelum siklus pembungaan alami dimulai.

Apa kegunaan utama pembrongsongan buah kakao muda?

Pembrongsongan berfungsi melindungi pentil buah dari serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) dan Helopeltis tanpa bergantung pada aplikasi bahan kimia berlebih.

Lebih lanjut tentang Kakao

Panduan terkait

Tidak Berbuah, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.