Ketika tanaman memasuki fase Tanaman Menghasilkan (TM, usia di atas 3 tahun), kebutuhan kalium meningkat tajam untuk mendukung pembentukan bunga dan pengisian biji kopi. Aplikasi dilakukan 2 kali setahun, yaitu pemupukan pertama pada awal musim hujan (Oktober hingga November) untuk merangsang pembungaan dan tunas baru, serta pemupukan kedua pada akhir musim hujan (Maret hingga April) untuk pengisian bobot buah.
Teknik pemupukan dilakukan dengan metode alur lingkar atau piringan melingkari tajuk tanaman dengan jarak 50 hingga 75 cm dari batang utama. Buat parit dangkal sedalam 10 cm, taburkan pupuk secara merata, kemudian tutup kembali dengan tanah tipis untuk mencegah penguapan nitrogen dan pembilasan oleh air hujan lebat.
Selain pupuk anorganik, pemberian bahan organik berupa kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon diberikan 1 kali per tahun pada awal musim hujan. Penambahan pupuk organik ini memelihara struktur tanah di kebun perkebunan serta meningkatkan kapasitas tukar kation tanah tropis di Indonesia.





