Kesalahan umum yang sering memicu kegagalan berbuah adalah pemberian pupuk kaya unsur Nitrogen yang berlebihan tanpa diimbangi unsur Fosfor dan Kalium. Kandungan Nitrogen tinggi memicu pertumbuhan daun muda yang sangat rimbun, namun menghambat pembentukan bakal bunga. Untuk merangsang pembuahan, pemberian pupuk dengan rasio Kalium dan Fosfor tinggi harus dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun, yaitu pada akhir musim hujan sebelum masuknya periode kemarau.
Intensitas cahaya matahari juga memegang peranan krusial dalam metabolisme pembungaan cengkeh. Pohon dewasa membutuhkan pencahayaan penuh minimal 8 jam per hari. Jika tajuk tanaman tertutup oleh pohon pelindung yang terlalu rimbun atau terdapat banyak cabang air yang saling bertumpuk, pembuahan akan terganggu. Pemangkasan pemeliharaan harus rutin dilakukan untuk membuang cabang steril, cabang kering, serta membuka akses sinar matahari hingga ke bagian dalam tajuk.
Selain itu, tanaman cengkeh memiliki sifat berbuah selang-seling atau biennial bearing, di mana panen melimpah pada satu tahun sering diikuti oleh penurunan produksi pada tahun berikutnya. Untuk memutus siklus ini, perbaikan struktur tanah dan pemberian bahan organik seperti kompos matang sebanyak 15 hingga 20 kg per pohon wajib diberikan pada awal musim hujan. Langkah ini menjaga cadangan karbohidrat pada batang tetap stabil sehingga pembuahan konsisten terjadi setiap tahun.





