Gejala awal serangan dapat dikenali dengan munculnya bercak kuning transparan di permukaan atas daun yang lambat laun berubah menjadi serbuk berwarna jingga atau kuning kecoklatan di bagian bawah daun. Petani harus rutin melakukan pengamatan visual setiap minggu pada tanaman kopi di kebun, khususnya pada daun-daun tua di bagian bawah tajuk yang paling rentan terserang. Apabila tidak segera ditangani, bercak tersebut akan bergabung menutupi seluruh permukaan daun dan membuat daun mengering lalu gugur sebelum waktunya.
Untuk mengendalikan penyakit ini secara efektif di lapangan, pekebun perlu menerapkan sistem tanam tumpang sari atau mengatur kerapatan pohon pelindung agar kebun tidak terlalu lembap. Pengaturan intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam tajuk tanaman kopi minimal 60 hingga 70 persen terbukti mampu menekan perkembangan jamur secara alami. Selain itu, pangkas cabang-cabang air dan ranting yang bersentuhan langsung dengan tanah atau gulma tinggi di sekitar piringan pohon untuk memutus siklus penularan spora.
Apabila serangan sudah meluas dan melewati ambang batas ekonomi, lakukan tindakan pengendalian terpadu termasuk penggunaan varietas kopi tahan seperti jenis arabika lini S-795 atau varietas robusta unggul lokal. Aplikasikan bahan pengendali hayati atau fungisida kontak sesuai petunjuk pada label kemasan, dan pastikan penyemprotan mengenai bagian bawah daun tempat spora bersembunyi. Selalu konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di BPP setempat untuk mendapatkan rekomendasi bahan pengendali kimia yang tepat sasaran dan ramah lingkungan.