Faktor naungan menjadi penentu utama dalam pembentukan bunga kapulaga. Banyak kebun kapulaga memiliki tingkat naungan melebihi 70 persen, yang membuat mikroiklim terlalu dingin dan gelap sehingga tanaman hanya fokus memperbanyak daun. Kapulaga membutuhkan intensitas cahaya matahari sekitar 30 hingga 50 persen. Pohon pelindung seperti sengon, albasia, atau gamal harus rutin dipangkas setiap 6 bulan sekali agar sinar matahari dapat menembus sela-sela kanopi dan merangsang pembentukan tunas bunga.
Pengaturan populasi batang dalam rumpun juga memegang peranan krusial. Rumpun kapulaga yang dibiarkan tumbuh liar hingga memiliki lebih dari 25 batang akan saling berebut nutrisi dan air. Lakukan sanitasi rumpun secara berkala setiap 2 sampai 3 bulan dengan memotong batang-batang tua yang sudah pernah berbuah, menyisakan 10 hingga 15 batang muda produktif per rumpun. Penjarangan ini membuka sirkulasi udara di pangkal rhizoma sehingga bunga tidak mudah membusuk.
Nutrisi yang tidak seimbang sering kali menjadi pemicu kegagalan pembungaan. Pemberian pupuk kandang yang belum matang atau pupuk kaya kandungan Nitrogen secara berlebihan akan merangsang pertumbuhan vegetatif yang berlebihan. Pada fase mendekati pembungaan menjelang akhir musim hujan, berikan pupuk organik kaya Fosfor dan Kalium serta kompos matang sebanyak 5 hingga 10 kg per rumpun setiap 6 bulan. Jaga kelembapan zona perakaran saat musim kemarau dengan penambahan mulsa organik setebal 5 cm.