Secara spesifik, proses menguningnya daun atau klorosis pada tanaman kopi Robusta dan Arabika bisa dibedakan menjadi beberapa pola serangan dan gejala fisik. Jika Anda melihat daun tua menguning merata sementara tulang daun tetap hijau, atau ada bercak-bercak khusus di antara tulang daun, kita harus segera memeriksa kondisi fisik tanah dan riwayat pemupukan terakhir. Di iklim tropis kita, musim kemarau mempercepat penguapan, membuat unsur hara seperti nitrogen dan magnesium sulit terlarut dan diserap oleh rambut akar tanaman kopi yang usianya sudah belasan tahun.
Untuk mengatasi masalah ini secara tepat, langkah pertama yang wajib kita lakukan adalah melakukan penutupan tanah atau mulsa organik di sekitar piringan pohon kopi menggunakan sisaangkosong atau jerami setebal 5 hingga 10 sentimeter. Mulsa ini berfungsi menahan kelembapan tanah agar tidak cepat menguap selama terik kemarau. Selain itu, lakukan penyiraman tambahan sebanyak dua kali seminggu jika sumber air tersedia, atau buat lubang biopori dan rorak di antara barisan tanaman untuk menampung embun pagi serta sisa air hujan terakhir agar meresap langsung ke zona perakaran.
Terakhir, mari kita ingat bahwa pencegahan selalu lebih murah daripada pengobatan di kebun kopi kita. Pastikan pemangkasan pemeliharaan cabang wiwilan dilakukan secara rutin agar energi pohon tidak habis untuk menghidupi cabang yang tidak produktif, sehingga nutrisi terfokus pada daun dan buah yang sehat. Jangan ragu untuk mendiskusikan kondisi kebun Anda dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di BPP setempat untuk mendapatkan rekomendasi pembenah tanah yang paling sesuai dengan jenis tanah di wilayah Anda.