Persiapan lahan dan penanaman pohon pelindung wajib dilakukan 6 hingga 12 bulan sebelum bibit kopi ditanam. Pohon naungan seperti lamtoro atau dadap ditanam dengan jarak 3x3 meter untuk menjaga intensitas cahaya matahari tetap di kisaran 50 hingga 70 persen. Lubang tanam kopi dibuat berukuran 60x60x60 cm dengan jarak tanam 2,5x2,5 meter untuk Arabika dan 3x3 meter untuk Robusta. Biarkan lubang tanam terbuka selama 1-2 bulan agar terkena sinar matahari sebelum ditutup kembali dengan tanah galian yang telah dicampur 10-15 kg bahan organik matang per lubang.
Pemeliharaan rutin mencakup pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi yang dilakukan 1-2 kali setahun, terutama menjelang akhir musim hujan. Pemangkasan bertujuan membuang wiwilan atau tunas air yang tidak produktif serta membuka sirkulasi udara di dalam tajuk tanaman. Penyiangan gulma dilakukan secara manual setiap 2 hingga 3 bulan sekali di sekeliling piringan tanaman sejauh 1 meter dari pangkal batang untuk mencegah persaingan nutrisi dan menjaga kelembaban tanah.
Tanaman kopi mulai belajar berbuah pada umur 2,5 hingga 3 tahun setelah tanam dan mencapai puncak produksi pada umur 5-7 tahun. Pemanenan dilakukan dengan teknik petik merah, yaitu hanya memetik buah yang sudah matang sempurna, dengan rotasi pemetikan setiap 10 hingga 14 hari sekali selama musim panen raya yang berlangsung antara bulan Mei hingga September. Pemetikan yang selektif ini menjamin kualitas citarasa biji kopi yang tinggi dan menjaga daya tahan fisik pohon untuk musim tanam berikutnya.





