Siapkan lahan dengan membersihkan gulma dan membuat lubang tanam ukuran 60x60x60 cm dengan jarak tanam 2,5x2,5 m untuk robusta dan 2x2 m untuk arabika. Beri pupuk dasar berupa 10 kg pupuk kandang matang per lubang dan campur dengan tanah. Tanam bibit saat musim hujan (Oktober-Desember) agar pertumbuhan optimal. Saat menanam, lepaskan polibag dan tanam dengan posisi leher akar sejajar permukaan tanah. Siram setiap hari jika tidak hujan selama 2 minggu pertama.
Pemeliharaan meliputi pemupukan susulan: pada umur 1-2 tahun beri 200-400 g pupuk NPK 15-15-15 per pohon setiap 4 bulan sekali. Saat mulai berbuah (tahun ke-3), tingkatkan dosis menjadi 500-800 g NPK per pohon per tahun, dibagi 3 kali aplikasi (awal musim hujan, tengah musim hujan, dan akhir musim kemarau). Lakukan pemangkasan bentuk pada tahun pertama untuk membentuk kerangka, dan pemangkasan produksi setiap tahun setelah panen. Siram saat kemarau panjang (1-2 minggu sekali) dan beri mulsa organik untuk menjaga kelembaban.
Panen kopi dilakukan saat buah berwarna merah merata (untuk arabika) atau merah kehitaman (robusta). Petik buah secara selektif dengan tangan, hanya buah yang matang. Frekuensi panen setiap 7-10 hari selama musim panen (April-Agustus untuk arabika di Jawa, Juni-September untuk robusta). Hasil panen langsung diolah dengan metode basah atau kering. Produktivitas rata-rata: 1-2 kg biji kopi per pohon per tahun (arabika) dan 2-4 kg (robusta). Pastikan panen tepat waktu untuk menghindari serangan hama dan penurunan kualitas.