Kakao, Penyakit Utama Kakao di Musim Hujan: Gejala, Diagnosis Diferensial, dan Penanganannya
Valeria Drozdova / Pexels

Penyakit Utama Kakao di Musim Hujan: Gejala, Diagnosis Diferensial, dan Penanganannya

Mengenali perbedaan gejala penyakit utama kakao saat musim hujan sangat krusial agar tindakan pengendalian hayati dan sanitasi kebun bisa dilakukan secara tepat sasaran.

Jawaban singkat

Pada musim hujan yang berlangsung antara bulan November hingga April di Indonesia, kelembapan udara perkebunan kakao meningkat di atas 85%. Kondisi basah ini menjadi pemicu utama meletusnya berbagai serangan penyakit fungal pada tanaman kakao, terutama pada area kebun yang kurang terpangkas. Penyakit yang paling sering menggagalkan panen hingga 60% adalah busuk buah Phytophthora, kanker batang, dan penyakit meranting atau Vascular Streak Dieback (VSD).

Ringkas: Kakao

Cahaya
Sinar matahari penuh hingga naungan sedang
Penyiraman
Jaga kelembapan tanah, hindari genangan air
Musim
Sepanjang tahun dengan fokus di musim hujan
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kombinasikan pupuk kimia dan organik secara berimbang.

Langkah penanganan terpadu harus dimulai dari tindakan sanitasi berkala setiap 7 hari sekali selama musim hujan. Petani wajib melakukan pemetikan buah busuk atau piringan buah terinfeksi lalu menguburnya di dalam lubang khusus sedalam minimal 30 sentimeter dan menaburinya dengan kapur pertanian. Meninggalkan buah busuk yang menggantung di pohon hanya akan menyebarkan jutaan spora jamur ke buah sehat di sekitarnya melalui percikan air hujan.

Pengaturan aerasi tajuk melalui pemangkasan pemeliharaan harus rutin dikerjakan setiap 3 bulan sekali untuk menurunkan kelembapan mikro di sekitar pohon kakao. Kurangi kerapatan pohon pelindung seperti lamtoro atau gamal hingga menyisakan pencahayaan matahari masuk sebesar 30 hingga 50 persen. Pemangkasan tunas air atau wiwil wajib dilakukan 2 minggu sekali agar nutrisi terfokus pada pembentukan buah sehat dan sirkulasi udara lancar.

Pengendalian secara hayati dapat memanfaatkan agens hayati Trichoderma sp. yang dikucurkan pada zona perakaran atau dioleskan pada bekas pangkasan batang sebanyak 100 mililiter suspensi per tanaman setiap awal musim hujan. Jika infeksi jamur sudah meluas melebihi 20 persen populasi pohon di perkebunan, pertimbangkan penggunaan fungisida teknis sesuai petunjuk pada label kemasan produk. Selalu konsultasikan pemilihan bahan aktif dengan petugas penyuluh setempat agar efektif dan aman bagi ekosistem.

Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk Buah Phytophthora (Phytophthora palmivora)

Ciri: Bercak cokelat kehitaman bertepi tegas pada buah, dimulai dari ujung atau pangkal buah, melebar cepat dalam 2-3 hari, dan tertutup serbuk putih halus saat kondisi sangat lembap.

Solusi: Lakukan sanitasi buah busuk setiap minggu, kubur sedalam 30 cm, pangkas tunas air, dan perbaiki drainase piringan.

Kanker Batang Kakao (Phytophthora palmivora)

Ciri: Kulit batang tampak gelap, basah, berbelang merah kehitaman saat dikupas sedikit, dan sering mengeluarkan cairan berwarna merah kecokelatan seperti darah.

Solusi: Keker kulit batang yang sakit hingga tampak jaringan kayu yang bersih, bersihkan luka, lalu olesi dengan agens hayati atau bubur Bordo.

Vascular Streak Dieback / VSD (Ceratobasidium theobromae)

Ciri: Daun menguning pada ranting kedua atau ketiga dengan bercak hijau tersisa, bercak cokelat berupa tiga titik strip pada bekas duduk daun saat dikupas, serta ujung ranting yang menggundul dan mati.

Solusi: Pangkas ranting terinfeksi hingga 30 cm di bawah batas jaringan yang bergejala kecokelatan, lalu bakar ranting sisa pangkasan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemetikan dan sanitasi seluruh buah kakao yang terinfeksi penyakit busuk buah setiap 7 hari sekali.
  2. Buat lubang sanitasi di luar piringan tajuk pohon sedalam 30 hingga 50 cm untuk menimbun buah busuk dan sisa pangkasan.
  3. Pangkas tunas air dan cabang sarang burung agar sinar matahari dapat menembus tajuk tanaman setidaknya 30 hingga 50 persen.
  4. Bersihkan batang dari penyakit kanker dengan cara mengerok kulit kayu terinfeksi sampai batas jaringan sehat sebelum diolesi bahan pelindung.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara membedakan buah kakao yang terserang busuk buah Phytophthora dengan serangan hama PBK?

Busuk buah Phytophthora ditandai bercak cokelat basah merata yang cepat membesar dan berbau asam, sedangkan serangan PBK ditandai adanya lubang kecil bekas gerekan, matang prematur secara tidak merata, dan biji di dalamnya melekat keras.

Apakah penyakit VSD pada tanaman kakao bisa disembuhkan secara total?

Penyakit VSD yang menyerang sistem pembuluh sulit disembuhkan jika sudah parah, namun dapat dikendalikan dengan memangkas cabang terinfeksi 30 cm di bawah jaringan cokelat serta melakukan sambung samping dengan klon toleran.

Mengapa kanker batang kakao lebih sering muncul saat musim hujan tiba?

Spora jamur Phytophthora berpindah dari buah busuk atau tanah melalui percikan air hujan. Kelembapan tinggi dan tingginya kadar air pada kulit batang memudahkan spora berkecambah dan menginfeksi jaringan kayu.

Apakah sisa kulit buah kakao hasil panen boleh langsung dijadikan mulsa di bawah pohon?

Tidak disarankan. Kulit buah segar sering menjadi sarang spora jamur Phytophthora. Kulit buah harus dikomposkan terlebih dahulu hingga matang sebelum disebarkan ke piringan tanaman.

Kapan waktu terbaik melakukan pemangkasan pencegahan penyakit pada perkebunan kakao?

Pemangkasan berat dilakukan pada akhir musim kemarau menjelang musim hujan, diikuti dengan pemangkasan pemeliharaan ringan atau penyiangan tunas air setiap 2 hingga 4 minggu sekali sepanjang musim hujan.

Lebih lanjut tentang Kakao

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.