Langkah awal yang krusial adalah melakukan diagnosis diferensial untuk membedakan penyebabnya. Jika penguningan terjadi seragam pada daun tua lalu gugur, penyebab utamanya adalah stres air atau kekurangan unsur hara nitrogen dan magnesium. Namun, jika timbul pola kuning bercak hijau (mottling) pada daun tengah yang disertai pembengkakan bekas tangkai daun, tanaman tersebut terinfeksi penyakit Vascular Streak Dieback (VSD). Pada musim kemarau, suhu udara yang melebihi 32 derajat Celsius dan kelembapan rendah semakin mempercepat pembakaran sel daun.
Untuk mengatasi stres lingkungan, pertahankan tingkat naungan ideal sebesar 30 hingga 40 persen menggunakan pohon pelindung seperti lamtoro atau gamal. Pemberian mulsa organik berupa serasah daun kering atau kulit buah kakao setebal 10 hingga 15 cm di sekeliling piringan tanaman dengan radius 50 cm sangat efektif menjaga kelembapan tanah. Pada areal yang memungkinkan, lakukan penyiraman tambahan sebanyak 20 hingga 30 liter per pohon setiap 3 sampai 4 hari sekali saat intensitas hujan nol.
Pengendalian penyakit dan hama pemakan daun harus mengedepankan sanitasi kebun secara berkala setiap 2 minggu sekali. Potong ranting yang terinfeksi VSD sekitar 30 cm di bawah bagian yang menunjukkan gejala pembuluh kayu menghitam. Sisa pemangkasan wajib dikumpulkan dan dimusnahkan jauh dari area perkebunan agar spora jamur tidak menyebar melalui hembusan angin kemarau yang kencang.





