Pilihlah bibit kakao berkualitas dari hasil sambung pucuk atau okulasi yang sudah berumur 4 hingga 6 bulan dengan tinggi minimal 50 cm dan batang yang kokoh. Proses penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari setelah jam 3 untuk menghindari stres transpirasi. Kantong polibag harus dilepas secara perlahan tanpa memecahkan bola tanah, lalu letakkan bibit tegak lurus dan padatkan tanah di sekeliling leher akar secara perlahan.
Pemeliharaan rutin fokus pada pemangkasan bentuk saat tanaman berumur 1 hingga 2 tahun untuk membentuk 3 sampai 4 cabang primer yang seimbang. Pemangkasan pemeliharaan selanjutnya dilakukan setiap 3 bulan sekali guna membuang cabang yang sakit dan tunas air atau wiwilan yang tumbuh liar. Penyiraman dilakukan sebanyak 2 kali seminggu pada musim kemarau, terutama pada periode pembentukan buah muda agar buah tidak mengalami kerontokan dini.
Tanaman kakao asal bibit sambung pucuk umumnya mulai belajar berbuah pada umur 2,5 hingga 3 tahun setelah penanaman. Buah kakao dapat dipanen ketika warnanya telah berubah sempurna dari hijau menjadi kuning, atau dari merah keunguan menjadi oranye keemasan. Pemanenan dilakukan berkala setiap 7 hingga 14 hari sekali menggunakan gunting pangkas tajam tepat di tangkai buah tanpa merusak bantalan bunga tempat tumbuhnya calon buah berikutnya.





