Panduan Pemupukan Kakao Agar Berbuah Lebat dan Produktif Sepanjang Tahun

Pemberian pupuk kakao yang tepat dosis, jenis, dan waktu menjadi kunci utama untuk mendongkrak produktivitas biji kakao di Indonesia.

Jawaban singkat

Tanaman kakao memerlukan asupan hara yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif, terutama unsur nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, dan kalsium. Di wilayah tropis Indonesia, pemupukan harus dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal musim hujan dan menjelang akhir musim hujan, agar butiran pupuk dapat terserap akar secara optimal tanpa tercuci oleh air hujan yang terlalu deras.

Ringkas: Kakao

Cahaya
Sinar matahari penuh hingga naungan sedang
Penyiraman
Jaga kelembapan tanah, hindari genangan air
Musim
Sepanjang tahun dengan fokus di musim hujan
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kombinasikan pupuk kimia dan organik secara berimbang.

Bagi tanaman kakao muda atau fase TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) yang berumur 1 hingga 3 tahun, kebutuhan pupuk lebih difokuskan pada pertumbuhan cabang dan daun. Berikan pupuk makro majemuk dengan porsi nitrogen dan fosfor yang lebih tinggi sebanyak tiga kali dalam setahun, dengan takaran sekitar 100 hingga 250 gram per pohon per aplikasi, disebar melingkar di bawah tajuk tanaman.

Memasuki fase TM (Tanaman Menghasilkan) yang berumur di atas 4 tahun, fokus pemupukan bergeser untuk pembentukan bunga dan buah kakao yang lebat. Pada fase ini, pohon kakao membutuhkan tambahan unsur kalium yang lebih tinggi untuk mengisi biji dan mencegah buah pecah, dengan takaran pupuk berkisar antara 500 gram hingga 1 kilogram per pohon yang dibagi ke dalam dua atau tiga kali aplikasi dalam setahun.

Selain pupuk anorganik, pemberian pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 15 hingga 20 kilogram per pohon sangat dianjurkan sekali setahun pada musim kemarau menjelang hujan. Penambahan bahan organik ini berfungsi memperbaiki struktur tanah, menjaga kelembapan, serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah di sekitar perakaran kebun kakao Anda.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyiangan gulma di piringan pohon kakao agar nutrisi pupuk tidak direbut oleh rumput liar.
  2. Buat parit melingkar dangkal di bawah proyeksi tajuk daun terluar (garis drip line) pohon kakao.
  3. Timbang dan taburkan pupuk secara merata di dalam parit melingkar tersebut sesuai dengan usia dan ukuran tanaman.
  4. Tutup kembali parit galian dengan tanah tipis dan lakukan penyiraman jika pemupukan dilakukan saat cuaca kering.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu paling baik untuk memupuk tanaman kakao?

Waktu terbaik adalah pada awal musim hujan dan menjelang akhir musim hujan saat tanah cukup lembap.

Berapa sering kakao harus diberi pupuk dalam setahun?

Untuk tanaman menghasilkan, pemupukan umumnya dilakukan 2 hingga 3 kali dalam setahun.

Apakah pupuk organik saja sudah cukup untuk kakao?

Pupuk organik sangat baik untuk tanah, tetapi tanaman kakao produksi tinggi tetap membutuhkan tambahan pupuk anorganik.

Bagaimana cara aplikasi pupuk yang benar pada kakao?

Pupuk disebar melingkar di bawah tajuk daun (garis lingkar tetesan air hujan) lalu ditutup tanah tipis.

Apakah daun kakao yang menguning selalu kurang pupuk?

Tidak selalu, daun menguning bisa juga disebabkan oleh drainase yang buruk atau serangan hama akar.

Lebih lanjut tentang Kakao

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.