Bagi tanaman kakao muda atau fase TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) yang berumur 1 hingga 3 tahun, kebutuhan pupuk lebih difokuskan pada pertumbuhan cabang dan daun. Berikan pupuk makro majemuk dengan porsi nitrogen dan fosfor yang lebih tinggi sebanyak tiga kali dalam setahun, dengan takaran sekitar 100 hingga 250 gram per pohon per aplikasi, disebar melingkar di bawah tajuk tanaman.
Memasuki fase TM (Tanaman Menghasilkan) yang berumur di atas 4 tahun, fokus pemupukan bergeser untuk pembentukan bunga dan buah kakao yang lebat. Pada fase ini, pohon kakao membutuhkan tambahan unsur kalium yang lebih tinggi untuk mengisi biji dan mencegah buah pecah, dengan takaran pupuk berkisar antara 500 gram hingga 1 kilogram per pohon yang dibagi ke dalam dua atau tiga kali aplikasi dalam setahun.
Selain pupuk anorganik, pemberian pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 15 hingga 20 kilogram per pohon sangat dianjurkan sekali setahun pada musim kemarau menjelang hujan. Penambahan bahan organik ini berfungsi memperbaiki struktur tanah, menjaga kelembapan, serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah di sekitar perakaran kebun kakao Anda.