Kakao, Panduan Pemupukan Kakao yang Tepat Berdasarkan Fase Pertumbuhan
Valeria Drozdova / Pexels

Panduan Pemupukan Kakao yang Tepat Berdasarkan Fase Pertumbuhan

Pemberian nutrisi kakao secara tepat pada fase TBM dan TM di awal serta akhir musim hujan dapat meningkatkan produktivitas buah secara optimal.

Jawaban singkat

Pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM, umur 1 hingga 3 tahun), fokus utama pemupukan kakao adalah mempercepat pertumbuhan vegetatif, membentuk kerangka cabang yang kokoh, dan memperluas sistem perakaran. Pemupukan anorganik pada fase ini diberikan sebanyak 3 sampai 4 kali dalam setahun, diawali dari dosis kecil pada umur 1 bulan setelah tanam. Pupuk disebar merata di sekeliling piringan tanaman dengan radius 30 hingga 50 cm dari pangkal batang yang telah dibersihkan dari gulma.

Ringkas: Kakao

Cahaya
Sinar matahari penuh hingga naungan sedang
Penyiraman
Jaga kelembapan tanah, hindari genangan air
Musim
Sepanjang tahun dengan fokus di musim hujan
Tingkat Kesulitan
Sedang

Kombinasikan pupuk kimia dan organik secara berimbang.

Memasuki fase Tanaman Menghasilkan (TM, umur di atas 3 tahun), kebutuhan nutrisi kakao bergeser ke unsur hara yang mendukung pembentukan bunga, pentil buah, serta pengisian biji kakao. Pemupukan pada fase TM dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan (sekitar Oktober hingga November) dan pada akhir musim hujan (sekitar Maret hingga April). Aplikasi dilakukan dengan cara membuat parit melingkar atau melintang tepat di bawah lingkar luar tajuk tanaman dengan radius 100 hingga 150 cm.

Aplikasi bahan organik sangat krusial dalam menjaga struktur tanah dan kelembapan mikro di sekitar perakaran kakao pada iklim tropis Indonesia. Setiap pohon kakao dewasa memerlukan tambahan 10 hingga 15 kg pupuk kandang atau kompos matang yang diberikan 1 kali per tahun pada awal musim hujan. Hindari melakukan pemupukan di puncak musim kemarau (Juli hingga Agustus) atau saat curah hujan sangat tinggi untuk mencegah risiko penguapan dan pencucian hara.

Teknik pembenaman pupuk melalui pembuatan rorak berukuran panjang 100 cm, lebar 40 cm, dan dalam 30 cm di antara empat pohon kakao sangat direkomendasikan. Rorak berfungsi menampung serasah daun kakao, menahan erosi tanah di lahan miring, dan menjadi tempat aplikasi pupuk organik maupun anorganik secara efisien. Dengan menutup kembali pupuk menggunakan tanah tipis, efisiensi penyerapan hara oleh akar lateral tanaman kakao dapat meningkat secara signifikan.

Langkah-langkah

  1. Bersihkan piringan di sekeliling pohon kakao dari gulma dan serasah dalam radius 1 hingga 1,5 meter dari pangkal batang.
  2. Buat parit melingkar atau rorak sedalam 10 hingga 15 cm tepat di bawah batas luar lingkaran tajuk tanaman.
  3. Tebarkan pupuk secara merata di dalam parit atau rorak sesuai dengan dosis fase pertumbuhan tanaman.
  4. Tutup kembali parit atau rorak dengan tanah galian dan serasah daun untuk meminimalkan penguapan dan erosi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik mengaplikasikan pupuk organik pada tanaman kakao?

Waktu terbaik adalah pada awal musim hujan (Oktober-November) agar bahan organik terdekomposisi dengan baik dan menjaga kelembapan tanah.

Apakah sisa pangkasan tanaman kakao aman dijadikan pupuk?

Sangat aman dan bagus, asalkan bagian tanaman yang dipangkas bebas dari serangan hama penggerek buah atau penyakit pembuluh kayu.

Mengapa pemupukan kakao tidak boleh ditabur di atas permukaan tanah?

Penebaran langsung di atas permukaan membuat unsur hara seperti nitrogen mudah menguap dan terhanyut oleh aliran air hujan.

Bagaimana cara memupuk kakao pada lahan kebun yang miring?

Buat parit rorak setengah lingkaran di bagian atas lereng mengelilingi pohon agar pupuk tertahan dan terserap maksimal oleh akar.

Lebih lanjut tentang Kakao

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.