Pemangkasan intensif perlu diterapkan secara teratur untuk menjaga kestabilan produksi. Pemangkasan kakao terbagi menjadi pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan produksi. Lakukan pemangkasan pemeliharaan setiap 2 sampai 3 bulan sekali dengan memotong tunas air atau wiwil, cabang yang terserang penyakit, serta cabang yang saling bertumpuk. Langkah ini bertujuan agar nutrisi tanaman terfokus pada pembentukan bunga dan perkembangan buah.
Sanitasi kebun harian sangat efektif untuk memutus rantai penularan hama dan penyakit utama kakao. Kegiatan sanitasi dilakukan minimal 1 kali seminggu dengan cara memetik semua buah yang menunjukkan gejala busuk buah atau serangan Penggerek Buah Kakao. Buah yang terserang tersebut tidak boleh dibiarkan tergeletak di atas tanah, melainkan harus dikumpulkan dan dikubur di dalam lubang khusus agar spora jamur dan larva hama tidak menyebar ke pohon sehat.
Pengelolaan tanah di sekitar perakaran dilakukan melalui pembuatan saluran drainase dan rorak. Buatlah rorak berupa lubang resapan berukuran panjang 100 cm, lebar 40 cm, dan kedalaman 50 cm di antara empat pohon kakao. Rorak ini berguna untuk menampung serasah daun sisa pemangkasan, mengendalikan aliran air hujan saat musim basah, serta menjaga kelembapan struktur tanah ketika memasuki musim kemarau panjang.





