Penularan penyakit ini berjalan cepat melalui kontak antar-akar tanaman yang sehat dan sakit, atau terbawa aliran air drainase yang tergenang. Jika tidak ditangani segera, tingkat kematian pohon kakao di blok kebun yang terinfeksi dapat mencapai 20 hingga 40 persen dalam satu musim hujan. Oleh karena itu, identifikasi jenis cendawan penyebab sejak dini menjadi langkah krusial untuk menentukan tindakan korektif yang tepat.
Pengendalian hayati menggunakan agen antagonis seperti Trichoderma spp. sebanyak 100 sampai 200 gram per pohon dapat diberikan pada awal musim hujan sebagai tindakan pencegahan. Aplikasi mikroba berguna ini dicampur dengan pupuk organik matang pada piringan pohon seluas radius 1 meter dari batang utama. Pemberian dilakukan setiap 4 bulan sekali untuk menjaga populasi mikroba baik di dalam tanah.
Selain aplikasi agen hayati, pembenahan sistem drainase kebun berupa pembuatan rorak atau parit cacing sedalam 30 sampai 50 cm sangat efektif menurunkan kelembapan tanah. Lakukan pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan tanaman kakao serta pohon pelindung untuk menjaga intensitas cahaya matahari masuk minimal 60 persen ke permukaan tanah kebun.






