Faktor kedua yang sering diabaikan adalah metode pemangkasan. Srikaya memerlukan pemangkasan rutin pada akhir musim panen atau menjelang musim kemarau untuk merangsang tunas baru tempat bunga kelak muncul. Tanpa pemangkasan, cabang akan terlalu rimbun, tua, dan tidak produktif. Lakukan pemangkasan tajuk dengan memotong cabang yang saling silang, kering, atau terlalu rapat, lalu berikan pupuk organik kaya fosfor dan kalium untuk mendukung fase generatif.
Kendala terbesar berikutnya dalam pembuahan srikaya adalah kegagalan penyerbukan bunga. Bunga srikaya bersifat protogini, yaitu putik matang lebih dulu sebelum serbuk sari siap, sehingga penyerbukan alami oleh serangga sering gagal di musim kemarau yang kering. Untuk mengatasinya, lakukan penyerbukan buatan pada pagi hari pukul 07.00 hingga 09.00 menggunakan kuas halus dengan cara memindahkan serbuk sari dari bunga yang mekar sempurna ke bunga lain yang putiknya masih basah dan mengkilap.
Terakhir, perhatikan kecukupan air dan nutrisi selama fase pembungaan di musim kemarau. Meskipun srikaya tahan kekeringan, kekurangan air ekstrem akan menyebabkan bunga dan buah muda mengalami rontok massal (abscission). Siram tanaman secara teratur dua kali sehari pada musim kemarau dan aplikasikan pupuk kandang matang sebanyak 10 kilogram per pohon setiap enam bulan sekali di sekeliling tajuk luar untuk menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.