Pemicu utama agar srikaya mau berbunga adalah tindakan pemangkasan dan perontokan daun (defoliasi). Lakukan pemangkasan pada cabang lateral yang terlalu panjang sekitar 20 hingga 30 cm dari ujung pangkasan, lalu rontokkan 70 hingga 80 persen daun tua pada cabang tersebut. Teknik stres vegetatif ini terbukti sangat efektif memicu munculnya tunas bunga baru dalam waktu 14 hingga 21 hari setelah pemangkasan di musim kemarau.
Masalah lain yang membuat srikaya gagal menghasilkan buah adalah sifat bunganya yang dikogami, di mana putik dan benang sari tidak matang secara bersamaan. Untuk mengatasinya, bantu penyerbukan secara manual menggunakan kuas halus ukuran 0 atau 1 pada pagi hari antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Selain itu, pastikan tanaman mendapat pasokan air sebanyak 10 hingga 15 liter per pohon setiap 3 hari sekali agar calon buah tidak gugur akibat stres kekeringan.
Ketidakseimbangan nutrisi hara juga menjadi faktor penentu kegagalan pembuahan pada srikaya. Pemberian pupuk berseri nitrogen tinggi harus dihentikan saat memasuki musim kemarau dan digantikan dengan pupuk yang kaya kandungan fosfor dan kalium sebanyak 250 hingga 500 gram per pohon. Aplikasikan juga kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon setiap 6 bulan sekali untuk menjaga struktur tanah tetap subur dan gembur.





