Srikaya, Akar Srikaya Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya saat Musim Hujan
natureVisions.ch Markus / Pexels

Akar Srikaya Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya saat Musim Hujan

Pembusukan akar pada tanaman srikaya di musim hujan umumnya disebabkan oleh genangan air berlebih dan serangan jamur patogen tanah akibat drainase yang buruk.

Jawaban singkat

Musim hujan di Indonesia, yang berlangsung antara bulan November hingga April dengan curah hujan tinggi di atas 200 mm per bulan, sering menjadi periode krusial bagi budidaya srikaya (Annona squamosa). Tanaman srikaya membutuhkan tanah yang remah dan tidak tahan terhadap genangan air yang berlangsung lebih dari 24 jam. Jika drainase lahan buruk, rongga udara di dalam tanah tersumbat air sehingga akar mengalami anoksia atau kekurangan oksigen dan menjadi sangat rentan terhadap serangan patogen tanah.

Ringkas: Srikaya

Cahaya
Penuh (8-12 jam matahari langsung)
Penyiraman
Sedang (siram saat media mulai kering)
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Srikaya sangat toleran terhadap kekeringan tetapi butuh drainase tanah yang sangat baik.

Gejala awal pembusukan akar sering kali terabaikan karena terjadi di dalam tanah, namun tanda di atas permukaan tanah terlihat dari daun srikaya yang menguning secara merata lalu mengering tanpa gugur seketika. Pada tingkat serangan sedang, tanaman akan tampak layu di siang hari yang terik meskipun tanah dalam kondisi basah kuyup. Jika pangkal batang digali sedalam 10 hingga 15 cm, akar halus dan akar tunggang akan berwarna cokelat kehitaman, berbau busuk, serta mudah terkelupas saat dipegang.

Penanganan pembusukan akar harus dilakukan segera setelah gejala layu permanen terlihat pada 20 hingga 30 persen bagian kanopi tanaman. Langkah awal meliputi pembuatan parit drainase sedalam 40 cm di sekeliling piringan pohon untuk mengalirkan kelebihan air hujan dengan cepat. Selain itu, pangkas 30 hingga 50 persen cabang dan daun untuk mengurangi beban penguapan air saat sistem perakaran sedang mengalami pemulihan atau pemotongan bagian yang membusuk.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, petani srikaya perlu mengaplikasikan bahan organik matang seperti kompos sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon yang diperkaya mikroorganisme antagonis menjelang awal musim hujan di bulan Oktober. Pengaturan gulma di sekitar piringan pohon sejauh 1 meter dari pangkal batang juga penting agar kelembapan udara di area perakaran tidak terlalu tinggi, yang dapat memicu perkembangan spora jamur parasit.

Penyebab & Cara Mengatasi

Infeksi Jamur Patogen Tanah (Phytophthora & Fusarium)

Ciri: Akar berbau busuk menyengat, kulit akar mudah terkelupas dari kayu, dan terdapat jaringan berwarna kehitaman pada pangkal batang.

Solusi: Gali tanah di sekitar piringan, potong akar yang membusuk dengan gunting steril, lalu aplikasikan agens hayati pengendali jamur atau perlakuan tanah sesuai label.

Anoksia Akibat Drainase Buruk

Ciri: Akar berwarna cokelat tua tanpa bau busuk tajam, tanah di piringan memadat serta becek berhari-hari, dan daun menguning serentak.

Solusi: Buat parit pembuangan air di sekeliling pohon, gemburkan tanah sekitar piringan, dan tambahkan pasir halus serta kompos untuk meningkatkan porositas.

Serangan Nematoda Bintil Akar

Ciri: Akar memiliki bintil atau pembengkakan abnormal, pertumbuhan tanaman kerdil secara bertahap, dan daun tampak kekurangan nutrisi.

Solusi: Taburkan bahan organik matang yang dikomposkan sempurna dan berikan agens hayati pemangsa nematoda pada area perakaran.

Langkah-langkah

  1. Gali perlahan tanah di piringan srikaya sedalam 10 hingga 20 cm untuk memeriksa kondisi fisik perakaran yang terindikasi sakit.
  2. Potong bagian akar yang sudah menghitam dan membusuk menggunakan gunting stek yang telah disterilkan dengan alkohol 70 persen.
  3. Buat saluran pembuangan air di sekitar piringan pohon dengan kedalaman minimal 30 hingga 40 cm agar air hujan tidak mengendap di pangkal batang.
  4. Aplikasikan agens hayati seperti Trichoderma sp. atau perlakuan tanah yang sesuai pada area bekas pemotongan akar untuk menekan patogen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pohon srikaya yang akarnya busuk masih bisa diselamatkan?

Bisa, selama kerusakan akar belum mencapai lebih dari 60 persen dan jaringan pangkal batang utama belum sepenuhnya membusuk melingkar.

Kenapa daun srikaya tetap layu padahal tanah sudah sangat basah?

Akar yang membusuk tidak lagi berfungsi menyerap air dan hara, sehingga tanaman mengalami dehidrasi secara internal meski tanah di sekitarnya basah.

Kapan waktu terbaik memberi agens hayati Trichoderma untuk srikaya?

Pada akhir musim kemarau atau awal musim hujan sekitar bulan Oktober hingga November saat pengolahan tanah atau pembubunan.

Apakah media tanam srikaya di pot yang mengalami busuk akar boleh dipakai lagi?

Tidak disarankan. Media tanam tersebut harus dibuang atau disterilkan ulang dengan penjemuran terik matahari sebelum digunakan kembali.

Lebih lanjut tentang Srikaya

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.