Penyiraman yang tidak teratur pada musim kemarau menjadi pemicu utama stres kekeringan pada srikaya umur produktif di atas dua tahun. Pohon srikaya dewasa membutuhkan pasokan air sekitar 15 hingga 20 liter per pohon yang diberikan setiap dua hingga tiga hari sekali pada pagi hari. Penyiraman yang terlalu sedikit membuat perakaran dangkal terganggu, sedangkan penyiraman berlebihan pada tanah liat yang padat justru menyebabkan pembusukan akar yang ditandai dengan daun menguning layu secara serentak.
Kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi selama fase vegetatif juga mempercepat klorosis atau pemucatan daun srikaya. Pemupukan rutin menggunakan pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 kilogram per pohon setiap tiga bulan sekali sangat disarankan untuk menjaga ketersediaan bahan organik tanah. Pengaplikasian pupuk majemuk berimbang secara berkala sebelum musim kemarau membantu menjaga ketersediaan unsur hara makro seperti nitrogen serta unsur mikro besi dan magnesium yang menjaga klorofil daun tetap hijau.
Pengamatan rutin terhadap hama pengisap seperti kutu putih dan tungau merah sangat penting karena populasi hama ini melonjak drastis pada suhu udara tinggi khas musim kemarau. Lakukan pemangkasan sanitasi pada ranting yang saling bersilangan setahun dua kali untuk membuka kanopi pohon agar sinar matahari masuk secara merata. Pemangkasan rutin ini tidak hanya menekan kelembapan mikro tempat hama berkembang biak, tetapi juga merangsang kemunculan tunas baru yang sehat dan siap berbunga.





