Penyebab tersering kedua adalah pemberian pupuk yang tidak seimbang, terutama terlalu banyak unsur Nitrogen. Pemupukan Nitrogen berlebih membuat daun delima tumbuh sangat rimbun dan hijau pekat, tetapi menghambat pembentukan bakal bunga. Untuk merangsang pembuahan, tanaman membutuhkan unsur Fosfor dan Kalium yang cukup. Berikan kompos matang sebanyak 5 hingga 10 kg per pohon setiap 3 bulan sekali, dikombinasikan dengan pemupukan generatif kaya P dan K pada awal musim kemarau.
Manipulasi penyiraman atau kejutan air juga menjadi kunci penting membuahkan delima di daerah iklim tropis. Saat memasuki musim kemarau, kurangi frekuensi penyiraman dari yang biasanya setiap hari menjadi 2 hingga 3 hari sekali selama 2 minggu untuk memberi stres air ringan. Setelah timbul bakal kuncup bunga, segera kembalikan penyiraman secara teratur sebanyak 10 hingga 15 liter air per pohon setiap 2 hari agar bunga tidak rontok dan berhasil menjadi bakal buah.
Pemangkasan tajuk yang tidak teratur membuat bagian dalam pohon menjadi gelap dan lembap, menghambat sirkulasi udara serta akses serangga penyerbuk. Lakukan pemangkasan bentuk pada cabang yang saling bersilangan, tunas air yang tumbuh lurus ke atas, dan cabang tua yang tidak produktif. Dengan menjaga tingkat keasaman tanah pada pH 6,0 hingga 7,0 dan kanopi yang terbuka, pohon delima akan rajin berbunga dan menghasilkan buah yang manis lebat.