Pemangkasan pembuahan adalah kunci utama memicu munculnya bunga anggur. Tanaman yang dibiarkan tumbuh liar tanpa pemangkasan berkala setiap 5 sampai 6 bulan sekali akan mengalirkan energi hanya untuk pembentukan daun dan cabang baru. Pemangkasan harus menyisakan 3 hingga 9 matun atau mata tunas pada cabang tersier, tergantung dari varietas anggur yang ditanam, agar tunas baru yang membawa malai bunga dapat pecah dengan optimal.
Faktor pemupukan juga sangat menentukan keberhasilan pembuahan anggur. Pemberian unsur Nitrogen berlebihan membuat tajuk tanaman sangat rimbun tetapi gundul dari buah. Sebaliknya, 2 hingga 4 minggu sebelum pemangkasan pembuahan, pemberian pupuk dengan kandungan Fosfat dan Kalium tinggi harus ditingkatkan seminggu sekali untuk merangsang pembentukan bakal bunga pada mata tunas tersier.
Lingkungan tumbuh seperti intensitas cahaya matahari minimal 7 hingga 8 jam per hari serta pengaturan kelembapan tanah sangat berpengaruh. Pengurangan penyiraman atau pengeringan media tanam selama 7 sampai 14 hari sebelum pemangkasan di musim kemarau terbukti efektif memberikan stres air terukur yang memicu pembentukan hormon pembuahan secara alami.