Memasuki fase generatif saat tanaman berumur 1 hingga 2 tahun, jenis pupuk harus segera digeser untuk mendukung pembentukan bunga dan pencegahan rontoknya pentil buah. Berikan pupuk yang kaya unsur fosfor dan kalium setiap 2 bulan sekali dengan takaran sekitar 200 hingga 300 gram per pohon tergantung ukuran tajuk. Pemupukan ini idealnya dilakukan pada awal musim kemarau atau saat transisi menuju kemarau agar penyerapan hara oleh akar tidak terganggu oleh curah hujan yang terlalu tinggi di lahan terbuka.
Teknik aplikasi pemupukan memegang peranan krusial agar hara benar-benar terserap oleh akar tanaman srikaya tanpa menyebabkan kerusakan akar akibat kepekatan zat kimia. Buatlah parit melingkar di bawah tajuk daun bagian luar dengan kedalaman 10 hingga 15 sentimeter, lalu taburkan pupuk secara merata dan timbun kembali dengan tanah galian. Hindari menaburkan pupuk kimia langsung menyentuh batang utama atau pangkal akar karena dapat memicu pembusukan dan stres pada tanaman.
Sebagai pelengkap pemupukan akar, penyemprotan pupuk daun dapat dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 saat stomata daun terbuka lebar untuk memaksimalkan penyerapan unsur mikro. Frekuensi penyemprotan pupuk daun dapat dilakukan sebulan sekali terutama saat tanaman sedang tidak berbuah lebat guna memulihkan metabolisme setelah masa panen selesai. Petani atau pekebun rumahan juga wajib menjaga kelembapan tanah dengan penyiraman rutin dua hari sekali jika tidak ada hujan agar proses pelarutan hara pupuk berjalan sempurna.