Bibit srikaya hasil okulasi atau sambung pucuk lebih disukai karena dapat berbuah dalam waktu 1,5 hingga 2 tahun, dibandingkan bibit dari biji yang membutuhkan waktu 3 hingga 4 tahun. Tanam bibit dengan jarak tanam ideal 4x4 meter atau 5x5 meter agar tajuk tanaman mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Pada awal masa tanam di musim kemarau, lakukan penyiraman secara rutin 1 hingga 2 kali sehari hingga sistem perakaran tanaman mapan.
Pemangkasan merupakan kunci utama untuk merangsang pembungaan srikaya secara berkala. Lakukan pemangkasan bentuk pada cabang yang saling bersilangan dan pangkas ujung ranting sepanjang 10 hingga 15 cm setiap kali selesai masa panen untuk memicu tunas baru. Berikan pemupukan susulan berupa pupuk organik sebanyak 10 kg per pohon setiap 6 bulan sekali pada awal dan akhir musim hujan.
Buah srikaya siap dipanen saat alur antar sisik pada kulit buah mulai membesar dan berubah warna menjadi putih kekuningan atau krem. Petik buah menggunakan gunting pangkas bersama sedikit tangkainya pada pagi hari antara jam 07.00 hingga 09.00 untuk menjaga kesegaran. Satu pohon srikaya dewasa yang dirawat dengan baik mampu menghasilkan 20 hingga 40 kg buah segar per tahun.





