Jarak tanam ideal untuk srikaya adalah 4x4 meter agar kanopi pohon dapat berkembang secara optimal tanpa saling berdesakan dan mendapat sinar matahari penuh minimal 8 jam sehari. Lakukan penyiraman secara rutin setiap sore hari selama dua minggu pertama setelah penanaman, kemudian kurangi frekuensinya menjadi dua kali seminggu pada musim kemarau dan hentikan penyiraman saat musim hujan tiba untuk mencegah kebusukan akar. Pemupukan susulan diberikan setiap tiga bulan sekali menggunakan pupuk organik padat sebanyak 5 kilogram per pohon di sekeliling piringan tajuk, ditambah pupuk anorganik berimbang NPK pada awal dan akhir musim hujan untuk merangsang pembungaan.
Memasuki tahun kedua, lakukan pemangkasan bentuk pada akhir musim kemarau untuk membuang tunas air, cabang yang saling silang, serta ranting yang terserang hama atau penyakit guna memperbaiki sirkulasi udara dan penembusan cahaya matahari. Srikaya umumnya berbunga pada awal musim kemarau dan penyerbukan buatan sering kali diperlukan pada pagi hari menggunakan kuas halus untuk meningkatkan persentase buah jadi karena serangga penyerbuk alami di pekarangan terkadang terbatas jumlahnya. Jarangi buah ketika ukurannya sebesar kelereng dengan menyisakan satu buah per tangkai agar ukuran buah saat panen bisa mencapai bobot maksimal dan tidak mudah rontok sebelum tua.
Buah srikaya siap dipanen setelah berumur 3 hingga 5 bulan sejak bunga mekar, dengan ciri fisik kulit buah berubah dari hijau tua menjadi hijau kekuningan atau keputihan, alur antar kelopak buah merenggang, dan permukaannya terasa empuk jika ditekan lembut dengan jari. Pemanenan wajib dilakukan secara hati-hati menggunakan gunting pangkas pada pagi hari untuk menghindari kerusakan fisik pada buah maupun tangkai produksi. Setelah dipanen, simpan buah pada suhu ruang yang beraliran udara baik hingga matang sempurna, dan lakukan pembersihan kebun secara berkala setelah musim panen selesai untuk memutus siklus hidup hama pengureg buah dan lalat buah.