Penyebab utama keriting daun pada srikaya umumnya dibagi menjadi tiga kategori: serangan hama penghisap seperti kutu daun dan thrips, infeksi virus keriting, serta kekurangan unsur hara mikro seperti boron atau seng. Pengamatan rutin 2 kali seminggu pada permukaan bawah daun muda sangat krusial untuk menemukan keberadaan hama sebelum populasi memuncak.
Pencegahan dan sanitasi kebun harus dilakukan secara konsisten dengan membersihkan gulma di radius 1,5 meter dari pangkal batang utama srikaya. Penyiraman teratur sebanyak 10 hingga 15 liter per pohon setiap 2 hari sekali selama puncak musim kemarau membantu menjaga tekanan turgor sel daun sehingga tanaman lebih tahan terhadap stres lingkungan.
Jika gejala mengarah pada serangan hama penghisap, aplikasi agens hayati atau minyak nabati dapat diterapkan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB. Konsultasikan penggunaan bahan aktif kimiawi dengan penyuluh pertanian di BPP setempat agar pemilihan insektisida tepat sasaran dan aman bagi lingkungan.





