Kedua, waspadai serangan hama penggerek batang (Zeuzera coffeae). Ciri: ada lubang kecil pada batang atau cabang, keluar serbuk gergaji halus, daun layu mendadak pada satu sisi. Solusi: potong cabang terserang 15 cm di bawah lubang, bakar. Semprot batang dengan insektisida berbahan aktif klorantraniliprol atau sipermetrin sesuai label. Konsultasi ke BPP setempat untuk dosis tepat.
Ketiga, cek gejala penyakit layu fusarium (Fusarium oxysporum). Ciri: daun menguning lalu coklat dan layu dari bawah ke atas, akar membusuk, batang bawah menghitam. Solusi: cabut dan bakar pohon sakit, jangan tanam srikaya di lahan yang sama selama 3 tahun. Perbaiki drainase, beri kapur dolomit 2-3 kg per lubang tanam untuk menaikkan pH tanah.
Keempat, perhatikan kemungkinan serangan nematoda (Meloidogyne spp.). Ciri: pertumbuhan kerdil, daun layu meski tanah basah, akar bintil-bintil. Solusi: tanam tagetes (bunga tahi ayam) sebagai tanaman perangkap selama 2 musim. Beri pupuk kandang matang 10-15 kg per pohon untuk memperbaiki struktur tanah dan mengurangi populasi nematoda.