Pemberian pupuk susulan wajib dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali menggunakan pupuk organik padat sebanyak 3 kg per pohon serta tambahan pupuk NPK seimbang sebanyak 100 gram per tanaman untuk merangsang pertumbuhan vegetatif dan generatif. Penyiraman dilakukan secara intensif setiap sore hari saat musim kemarau atau cukup sekali sehari jika tanah terlihat kering, sementara pada puncak musim hujan pastikan piringan sekitar tanaman bebas dari genangan air agar akar tidak mudah busuk akibat jamur.
Pemangkasan pembentukan tajuk atau pruning sangat krusial dilakukan saat tanaman srikaya mencapai tinggi 1,5 meter untuk memotong cabang yang terlalu rapat, berpenyakit, atau tumbuh mengarah ke dalam. Setelah pemangkasan yang biasanya dilakukan pasca panen, berikan jeda dua minggu lalu aplikasikan pupuk tinggi fosfor dan kalium untuk memicu kemunculan bunga serempak pada cabang-cabang muda yang baru tumbuh.
Pengendalian hama dan penyakit pada srikaya harus dilakukan secara preventif dengan menjaga kebersihan area sekitar pangkal batang dan melakukan penyemprotan nabati jika terlihat serangan kutu kebul atau ulat pemakan daun. Buah srikaya umumnya dapat dipanen setelah berumur 4 hingga 5 bulan sejak bunga mekar, ditandai dengan warna kulit buah yang berubah dari hijau tua menjadi hijau kekuningan dan alurnya mulai merenggang.