Penyebab paling umum dari durian yang enggan berbuah adalah kelebihan unsur hara nitrogen di dalam tanah, yang sering kali dipicu oleh pemberian pupuk daun atau pupuk kandang kaya nitrogen secara berlebihan. Selain itu, iklim mikro di sekitar tanaman yang terlalu lembap akibat naungan pohon lain dan minimnya durasi penyinaran matahari langsung juga menjadi hambatan utama. Tanaman durian membutuhkan paparan sinar matahari penuh minimal enam hingga delapan jam sehari untuk merangsang proses pembentukan malai bunga.
Untuk memicu pohon durian agar segera berbuah, kita perlu memberikan perlakuan khusus berupa stres air yang terukur menjelang akhir musim hujan atau memasuki awal musim kemarau di wilayah Anda. Proses stres air ini dilakukan dengan menghentikan penyiraman selama beberapa minggu hingga daun sedikit layu, yang kemudian dilanjutkan dengan pemupukan tinggi fosfor dan kalium serta penyiraman kembali secara bertahap. Praktik ini menipu tanaman seolah-olah masa bertahan hidupnya terancam, sehingga ia mengalihkan energi untuk segera menghasilkan bunga dan buah.
Selain pengaturan air dan pemupukan, pemangkasan rutin pada cabang air, ranting yang saling silang, serta dahan yang berada di bagian bawah tajuk sangat penting untuk memperbaiki sirkulasi udara dan penetrasi cahaya matahari. Lakukan pemangkasan segera setelah musim panen selesai atau sebelum periode pembungaan dimulai. Dengan kombinasi manajemen air yang tepat saat kemarau, pemangkasan yang benar, dan aplikasi nutrisi fosfor serta kalium yang berimbang, pohon durian Anda perlahan akan keluar dari fase mandul dan mulai memproduksi buah lezat.