Untuk memicu pembungaan pada awal musim kemarau sekitar bulan Mei hingga Juli, pohon durian membutuhkan periode kering tanpa penyiraman selama 3 hingga 4 minggu berturut-turut. Stres air yang terukur ini memberi sinyal biologis kepada pohon bahwa kondisi lingkungan berubah, sehingga hormon pembungaan akan aktif. Penyiraman baru dilakukan kembali secara perlahan dengan volume 50 liter per pohon per minggu setelah kuncup bunga berukuran sebesar biji korek api mulai muncul di dahan.
Selain manajemen air, pemberian pupuk berunsur Phosphorus dan Potassium tinggi sangat krusial pada 1 hingga 2 bulan sebelum musim kemarau tiba. Petani dapat mengaplikasikan pupuk organik matang sebanyak 30 hingga 50 kg per pohon yang dikombinasikan dengan pemupukan makro sekunder di sekeliling piringan tajuk sejauh 2 sampai 3 meter dari pangkal batang. Hindari penggunaan pupuk Nitrogen berlebih pada periode ini agar pohon tidak terdorong memproduksi trubus daun baru.
Pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan juga harus rutin dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu pada akhir musim panen dan jelang pemupukan generatif. Pemangkasan tunas air dan cabang yang saling bersilangan membuka penetrasi sinar matahari hingga 80 persen ke bagian dalam tajuk. Batang utama dan dahan mendatar yang terpapar cahaya matahari secara optimal akan menjadi tempat utama melekatnya dompolan bunga durian yang sehat dan tahan rontok.





