Kutu kebul dan kutu putih merupakan kelompok hama pengisap cairan tanaman yang paling sering ditemukan bergerombol di permukaan bawah daun srikaya dan tangkai buah muda. Serangan hama ini ditandai dengan munculnya embun jelaga hitam yang menutupi permukaan daun serta membuat pucuk tanaman menjadi kerdil dan melingkar. Petani dapat mengendalikan populasi awal hama pengisap ini menggunakan semprotan air bertekanan tinggi setiap sore hari untuk merontokkan koloni kutu dari daun.
Ulat pemakan daun dan penggerek buah juga menjadi ancaman serius terutama saat memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan dengan kelembapan udara yang tinggi. Larva serangga ini aktif menggigit lembaran daun hingga berlubang parah dan melubangi kulit buah srikaya muda yang menyebabkan buah membusuk di pohon dan gugur sebelum waktunya. Pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan pembuangan buah terinfeksi ke dalam lubang tanah sedalam 50 sentimeter adalah langkah sanitasi yang sangat efektif.
Penerapan budidaya tanaman sehat melalui pemupukan berimbang menggunakan pupuk kandang matang sebanyak 10 kilogram per pohon setiap enam bulan sekali akan meningkatkan ketahanan alami srikaya. Pemasangan perangkap warna kuning berperekat di sekitar tajuk pohon dengan kepadatan satu perangkap per dua meter persegi dapat menekan populasi hama dewasa secara signifikan. Apabila serangan hama dirasa sudah melampaui batas ambang ekonomi, segera konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluhan Pertanian setempat.