Diagnosis awal sangat penting karena serangan antraknosa dan busuk buah sering kali memiliki tampilan yang sepintas mirip bagi petani awam. Pemeriksaan rutin minimal 2 kali seminggu pada area kanopi bawah dan buah yang sedang membesar membantu membedakan apakah bercak hitam berasal dari spora jamur Colletotrichum atau adanya pembusukan basah akibat Phytophthora.
Sanitasi kebun menjadi fondasi utama pengendalian, di mana seluruh daun terinfeksi dan buah busuk harus dipangkas serta dimusnahkan setidaknya 1 meter di luar area perakaran. Pemangkasan bentuk dengan mempertahankan 3 sampai 4 cabang utama memunculkan sirkulasi udara yang baik, mengurangi kelembapan mikro di sekitar tajuk tanaman.
Penggunaan agens hayati seperti Trichoderma spp. yang diaplikasikan ke tanah sebanyak 100 gram per pohon setiap 3 bulan sekali dapat menekan perkembangan patogen tular tanah. Jika serangan memburuk saat puncak musim hujan pada bulan Desember hingga Februari, pengaplikasian fungisida kontak atau sistemik dapat dilakukan sesuai anjuran penyuluh pertanian lokal.





